MAUMERE, FLORESPOS.net-Sekitar dua ribu lebih pelajar dengan balutan busana adat nusantara dan mancanegera mengikuti parwai karnaval di sejumlah ruas jalan utama di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Selasa (8/8/2023).
Karnaval dibuka oleh Ketua Yayasan Mardi Wiyata Sub Perwakilan Maumere Fr. M. Damianus, BHK didampingi Ketua Panitia Fr. M. Sebastianus, BHK.
Pawai yang melibatkan pelajar SMAK Frateran (Smater) Maumere, SMPK Frater Maumere, SDK Bhaktyarsa, SDK Ferari School, SDK Yos Sudarso, SDI Santo Yosef, dan SDK Wairklau ini dilakukan dalam memaknai perayaan 150 Tahun usia Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus (BHK) di dunia.
Perayaan puncak usia 150 Tahun Kongregasi ini akan dimaknai dalam perayaan ekaristi kudus yang dipimpin Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu di Lapangan Futsal Smater pada 14 Agustus 2023.
Selain para pelajar juga ikut dalam karnaval ini para guru Spater dan Smater, para alumnus pimpinan Yayasan Mardi Wiyata Sub Perwakilan Maumere, para frater BHK, dan postulan.
Uniknya, sebagian besar peserta karnawal ini mengenakan busana adat nusantara dari puluhan daerah di Indonesia seperti Sikka, Ende, Manggarai Raya, Ngada, Nagekeo, Flotim, Lembata, Timor, Sumba, Alor, Jawa, Bali, Sumatera, dan busana adat nusantara lainnya.
Ada juga peserta karnawval juga yang mengenakan busana mancanegara di antaranya busana khas Inggris, China, Jepang, dan Jerman.
Selain unik dari segi pakaian, peserta dibagi dalam puluhan kelompok dan profesi menampilkan keunikan masing-masing. Mereka semua mengikuti pawai yang berawal/star di Lapangan Kantor Bupati Sikka di Jalan El Tari Maumere, lalu menuju El Tari Atas, Gelora Samador, Polres Sikka, Tugu Gendang, Patung Selamat Datang, Wairotang, Beru, Kuda Mas, Tugu Ikan Tuna, Katedral Santo Yoseph Maumere, Kota Uneng, El Tari Bawah, Tugu MoF, Perempatan K24, lalu tiba di Lapangan SMAK Frateran Maumere.
Ada pun urutan pawai karnaval untuk kategori umum dan SMPK Frater dengan urutan mobil polisi, baliho Kongregasi BHK, Paskibra, Baliho SMPK Frateran Maumere, Marching Band, mobil Kepala Yayasa Mardi Wiyata Sub Perwakilan Maumere dan Ketua Panitia, mobil fashion show dan sound system, mobil prestasi, mobil orator, Englis Club (orator Pak Adri Bareng, Pak Thomas Tunga, dan Carlos Toulwala), mobil jurnalistik, puisi, cerpen, film pendek dikuti anggota jurnalistik, puisi, cerpen, dan film pendek.
Juga diikuti mobil science club yang membawa anggota science club, mobil seni kriya dan lukis diikuti anggota seni kriya dan lukis, mobil tronton (sound system umum, anggota band Spater dan Smater, anggota penari dance modern spater dan Smater); barisan undangan peserta didik dan pendamping dari SDI Santo Yosef, SDK Bhaktyarsa, SDK Wairklau, SDK Maria Ferari, dan SDK Yos Sudarso; barisan Mardi Wiyata Nusantara terdiri dari Bhineka I Kongregasi BHK dan Yayasan Mardi Wiyata yang berada di seluruh Indonesia, dan Bhineka 2 Kongregasi BHK dan yayasan Mardi Wiyata yang berada di daratan Flores, Lembata, dan NTT;barisan peserta profesi yang ada di Indonesia, barisan program unggulan sekolah aneka bidang olahraga, mobil akustik, barisan pegawai dan karyawan asrama BHK, Postulan, dan Biara;Barsan Kepala Postulan BHK, anggota Postulan BHK, dan frater, mobil musik kampung, barisan peserta didik petugas kebersihan SMPK Frater Maumere.
Sementara barisan SMAK Frateran Maumere terdiri dari Baliho SMAK Frateran Maumere, Paskibra, Drumband, barisan Uskup, barisan Pramuka, Barisan Taekwondo, barisan pencak silat, barisa futsal, barisan basket ball, barisan volley ball, barisan GSC, Maskot Smater, barisan fashion show, barisan profesi, barisa plank sekolah Mardi Wiyata, barisan cosplay, mobil ambulance, barisan panitia seksi kebersihan, dan mobil sampah.
Pantauan media ini, sepanjang rute yang dilalui, setiap profesi atau petugas untuk memeriahkan pawai karnawal ini menunjukkan kebolehan mereka sesuai bidang masing-masing.
Tampak marching Band SMAK Frater dengan mayoret utama Adolfus Abastiano Laxendrre Pareira, didampingi mayoret Stephanie Geraldine Chindra da Margareth Ivania Putri Sadipun menunjukkan kebolehan sehingga penampilan drumband mengundang decak kagum warga yang menyaksikan jalannya pawai karnaval ini.
Penampilan serupa ditunjukkan Marching Band SMPK Frater Maumere, serta semua peserta karnaval dengan bidag tugas masing-masing.
Hipnotis Warga Sikka
Pantaun media ini peserta karnaval menunjukkan kebolehan mereka sepanjang jalan yang dilalui. Selain penampilan marching band, juga kelompok bakat lainnya juga menunjukkan kebolehan seperti tarik suara, kelompok yang memainkan pelbagai alat musik, tarian, dan pelbagai kreativitas lainnya.
Ada juga peserta yang menunjukkan karya nyata di bidang sastra, menulis, olahraga, dan keterampilan lainnya.
Penampilan yang aduhai dari peserta karnaval ini menghipnotis warga Kota Maumere yang menyaksikan bakat-bakat mereka pada pelbagai bidang.
“Sekolah-sekolah asuhan Yayasan Mardi Wiyata milik Kongregasi Frater BHK memang luar biasa. Mereka menunjukkan prestasi pada pelbagai bidang seperti olimpialde sains, olimpiade olahraga, paduan suara tingkat dunia, dan pelbagai cabang lainnya,” kata Mama Katarina warga Jalan Ahmad Yani.
Pengakuan serupa disampaikan warga Jalan Mgr. Soegiyopranoto, Kelurahan Kota Uneng, Mama Maria.
“Kami semua terhibur dengan penampilan aneka bakat siswa-siswi Smater dan Spater Maumere. Salut untuk Yayasan Mardi Wiyata, dan Kongregasi Frater BHK. Selamat merayakan HUT ke-150 Tahun,” katanya.
Untuk Memaknai 4 Momen Penting
Ketua Panitia 150 Tahun HUT Kongregasi Frater BHK, Fr. M. Sebastianus, BHK kepada wartawan menjelaskan pawai karnaval itu merupakan satu dari beberapa rangkaian kegiatan.
“Kegiatan ini untuk memaknai 4 momen penting yakni 150 tahun usia Kongregasi Frater-Frater Bunda Hati Kudus (BHK) di dunia, 95 Kongregasi Frater BHK di Indonesia, 65 Tahun SMPK Frater Maumere, dan 18 Tahun SMAK Frateran Maumere,” katanya.
Frater Sebastianus menambahkan tema HUT ke-150 Kongregasi Frater BHK Dunia yakni “Satu Hati, Satu Semangat, dan Satu Misi Bertolak Ke Tempat Yang Lebih Dalam”. *
Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando










