ENDE, FLORESPOS.net-Tim Dosen Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Program Studi Keperawatan Ende menggelar kegiatan Pemberdayaan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Riaraja, Kabupaten Ende melalui pelatihan pengenalan dan penemuan kasus suspek TBC. Pelatihan ini berfokus pada teknik penemuan dini kasus Tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat.
Kepala Puskesmas Riaraja, Yohanes Sako, Amd.Kep, Jumat (7/8/2026) menyampaikan apresiasi kepada para kader kesehatan yang antusias mengikuti kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa peran kader sangat vital dalam memutus mata rantai penularan TBC.
“Saya mengharapkan agar para kader dapat mengikuti kegiatan yang berharga ini dan dapat meneruskan informasi yang diperoleh hari ini. Jangan berhenti di sini, teruskan informasi ini tidak hanya kepada sesama kader yang belum sempat hadir, tetapi yang paling utama langsung kepada masyarakat luas,” ujar Yohanes Sako.
Ketua Tim Pengabmas Prodi Keperawatan Ende, Maria S. Sekunda, SST, M.Kes, Ns, menjelaskan latar belakang pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat. Menurutnya, Kabupaten Ende saat ini masih menghadapi tantangan besar terkait masalah TBC. TBC masih menjadi PR kita bersama. Masalah ini diperparah oleh masih rendahnya angka penemuan suspek kasus baru di lapangan.
“Kasus TBC di wilayah Kabupaten Ende masih tinggi, namun penemuannya masih rendah. Oleh karena itu, kita memerlukan tenaga kader kesehatan sebagai jembatan emas yang menghubungkan masyarakat dengan Puskesmas atau Rumah Sakit, dan pada kegiatan ini tim kami akan membekali para kader dengan ilmu dan keberanian untuk bertanya, menjaring dan merujuk penderita suspek TBC, karena dengan 1 orang suspek TBC yang ditemukan lebih awal, kita bisa menyelamatkan 1 keluarga,” kata Sekunda.
Sekunda menambahkan bahwa kader kesehatan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh petugas medis di fasilitas kesehatan, yaitu kedekatan geografis dan emosional dengan warga.
“Kader itu orang yang paling dekat dan paling tahu kondisi sehat dan sakit warga masyarakat di lingkungannya. Prinsip kerja kita jelas: Puskesmas/Rumah Sakit Bisa Mengobati Tapi Kaderlah yang Menemukan. Kami dari Tim Dosen Prodi Keperawatan Ende Poltekkes Kemenkes Kupang siap mendampingi para Kader. Kami percaya, dengan kolaborasi antara Kader, petugas kesehatan baik di Puskesmas maupun RS dan Kampus, target Indonesia Bebas TBC 2030 bukanlah mimpi ” kata Sekunda.
Melalui pelatihan ini, tim dosen Keperawatan Ende membekali para kader dengan kemampuan mengenali gejala awal TBC, cara melakukan edukasi penularan penyakit, serta alur rujukan pemeriksaan dahak ke Puskesmas Riaraja.
Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan penemuan kasus TBC secara signifikan di wilayah tersebut.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










