Pemangku Adat Kecewa Terkait Pola Pikir Pejabat Partai dan Pemberian Gelar Raja untuk Jokowi - FloresPos Net

Pemangku Adat Kecewa Terkait Pola Pikir Pejabat Partai dan Pemberian Gelar Raja untuk Jokowi

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Pemberitaan terkait pemberian gelar raja kepada mantan presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) saat acara karnaval budaya yang diselenggarakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kupang mendapat sorotan.

Acara di Kelurahan Lahi Lai Bissi Kopan (LLBK) Kupang tanggal 1 Agustus 2026 tersebut oleh media-media tertentu terutama yang terafiliasi partai politik menarasikan sebagai pelantikan Jokowi sebagai Raja Timur.

“Kami sebagai Pemangku Adat kecewa dengan pola pikir pejabat partai yang kebanyakan sudah menahkodai pemerintahan di Indonesia,” sebut Pina Ope Nope, Sekertaris Perkumpulan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban, Sabtu (8/8/2026).

Hendrik Koroh (Raja Amarasi), Alfonsus Nisnoni (Raja Sonbai kecil/ raja Kupang), Paulus Nope (mewakili Raja Amanuban) yang hadir sangat menyesalkan adanya pemberitaan terkait pemberian gelar raja ini.

Baca Juga :  Operasi Lalu Lintas di Manggarai Ditandai dengan Apel Gelar Pasukan

Pina menyebutkan, tidak heran Pemerintah Republik selalu membalut sistem dengan “Kebohongan” sehingga pihaknya mulai berpikir bahwa apakah mungkin pilihan kakek kami untuk bergabung dengan NKRI ini adalah sebuah kekeliruan?.

“Pada kenyataannya pejabat Republik Indonesia terutama dari pusat suka mereduksi kebohongan termasuk dalam peristiwa ini. Hal ini semakin meyakinkan kami bahwa Negara ini tidak baik-baik saja,” ungkapnya.

Pina menjelaskan, merujuk pada sejarah, pasca perang dunia kedua selesai ada pemikiran para raja untuk menjalankan pemerintahan secara independen sehingga tanggal 21 Oktober 1946, para raja di Pulau Timor mengadakan sebuah konferensi di Kefamenanu untuk membentuk “Timor Eiland Federatie.”

Dalam konferensi tersebut, Hendrik Koroh dari Amarasi dipilih sebagai ketua, sedangkan Alfonsus Nisnoni menjadi wakil ketua. Paulus Nope hadir mewakili Amanuban.

Baca Juga :  Kapolres Manggarai Ajak Wartawan Berkontribusi Positif untuk Pembangunan

Selan diberi tanggung jawab untuk Amanuban, Ch. Tallo untuk Amanatun, dan T. Benufinit untuk Mollo, sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Timor dan Kepulauannya.

“Timor Eiland Federatie kemudian bergabung dengan Negara Indonesia Timur (NIT) hingga meleburnya NIT ke Republik Indonesia Serikat tanggal 27 Desember 1949 yang pada 17 Agustus 1950 dirombak total oleh Soekarno menjadi NKRI,” ungkapnya.

Pina menyebutkan, jadi bergabungnya pulau Timor ini atas peran raja-raja Timor akan tetapi pada hari-hari terakhir ini justru para raja Timor dipermalukan oleh pejabat Republik Indonesia.

“Kami sangat kecewa dengan adanya pemberitaan terkait pemberian gelar raja untuk Jokowi ini. Apa yang diberitakan tidak sesuai fakta sebenarnya yang terjadi saat acara,” sesalnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kumpulkan 200 Guru Hononer, Melchias Marcus Mekeng Komit Perjuangkan Anggaran Pendidikan dan Nasib Guru
Kader Kesehatan Puskesmas Riaraja Jadi ‘Jembatan Emas’ Temukan Kasus Suspek TBC Secara Dini
PAN Ende Gelar Rakerda dan Lantik Pengurus DPC, AYO: Ini Rumah Besar untuk Semua
Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026: Hadirkan Harmoni Spiritualitas, Budaya, dan Pariwisata Berkelanjutan
Setelah Soekarno Cup, PBVSI Ende Gelar Turnamen Voli Antar Pelajar Sedaratan Flores-Lembata
Sukses Gelar Soekarno Cup 1, Yosef Badeoda: Ini Akan Jadi Ajang Rutin dari PDI Perjuangan
Dorong Swasembada Pangan, Pemda Nagekeo Monitoring Cetak Lahan Desa Langedhawe
Wabup Gonzalo Buka Kemah Baksos Hilpelmas Kupang di Desa Waekokak
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:50 WITA

Kumpulkan 200 Guru Hononer, Melchias Marcus Mekeng Komit Perjuangkan Anggaran Pendidikan dan Nasib Guru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:36 WITA

Pemangku Adat Kecewa Terkait Pola Pikir Pejabat Partai dan Pemberian Gelar Raja untuk Jokowi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:26 WITA

Kader Kesehatan Puskesmas Riaraja Jadi ‘Jembatan Emas’ Temukan Kasus Suspek TBC Secara Dini

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WITA

PAN Ende Gelar Rakerda dan Lantik Pengurus DPC, AYO: Ini Rumah Besar untuk Semua

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:37 WITA

Setelah Soekarno Cup, PBVSI Ende Gelar Turnamen Voli Antar Pelajar Sedaratan Flores-Lembata

Berita Terbaru

Opini

Geothermal Flores: Untuk Siapa?

Minggu, 9 Agu 2026 - 21:55 WITA