MBAY, FLORESPOS.net-Wakil Bupati (Wabup) Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, secara resmi membuka kegiatan Kemah Kerja Bakti Sosial Kemasyarakatan Himpunan Pelajar Mahasiswa Aesesa Kupang (HIPELMAS Kupang) di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan bertema “Bergerak Bersama, Berkarya, Bermakna dan Berdampak Nyata” ini akan berlangsung selama 6 hari, mulai 5 hingga 10 Agustus 2026.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Desa Waekokak Yohanes Samparaja Tonga, para alumni HIPELMAS Kupang, tokoh masyarakat, panitia, serta puluhan mahasiswa peserta kemah kerja bakti.
Dalam sambutannya, Wabup Gonzalo menegaskan bahwa pergantian generasi adalah keniscayaan. Karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri menjadi penerus pembangunan.
“Kita sadar, siap tidak siap, suka tidak suka, generasi akan berganti. Tongkat estafet pembangunan itu mau tidak mau akan berada di pundak kita. Masa depan daerah dan bangsa tinggal menunggu waktu dan akan berada di tangan generasi muda,” ujar Wabup.
Ia menilai kegiatan kemah kerja bakti adalah ruang penting untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat kolaborasi.
“Saya senang melihat adanya kegiatan seperti ini. Bukan soal seberapa banyak kegiatan yang dibuat, tetapi bagaimana kita mau berpartisipasi, bekerja bersama, dan memberi manfaat. Itulah modal utama untuk membangun daerah ini,” katanya.
Wabup juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh elemen dalam membangun daerah.
“Membangun daerah ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus bekerja bersama. Leluhur kita telah mengajarkan nilai to’o jogho waga sama bekerja bersama dalam semangat kebersamaan. Itu bukan sekadar retorika, tetapi nilai yang harus terus kita hidupkan,” ungkapnya.
Ia mengajak mahasiswa membangun pola pikir positif, saling mengapresiasi, dan menghindari energi negatif agar kegiatan benar-benar berdampak.
“Kegiatan yang dilakukan harus benar-benar bermakna dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Di era pemerintahan digital, Wabup Gonzalo mengingatkan mahasiswa agar terus meningkatkan kapasitas diri.”Sistem pemerintahan saat ini mulai berbasis digital.
Keterlibatan manusia dalam banyak sektor akan semakin berkurang sehingga kebutuhan pegawai pemerintah ke depan juga akan semakin terbatas.
Karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan terus belajar, meningkatkan kapasitas, berinovasi, bahkan mulai menciptakan peluang usaha sendiri,” jelasnya.
Ia mendorong mahasiswa memulai usaha dari hal sederhana, seperti memanfaatkan lahan pekarangan untuk tanaman bernilai ekonomi.
Wabup Gonzalo berharap kehadiran mahasiswa di Waekokak selama 6 hari ke depan mampu membawa perubahan positif dan menjadi inspirasi bagi masyarakat.
Ketua HIPELMAS Kupang, Wilhelus R. Se’i, mengatakan kegiatan ini bukan seremonial belaka.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata. Inilah bentuk pengabdian, aksi nyata, dan tanggung jawab moral kami sebagai mahasiswa,” ujarnya.
Sementara Ketua Panitia, Mansetus Bisara, menyebut kemah ini sebagai upaya membangun kepedulian sosial. Menurutnya mahasiswa harus berperan sebagai agent of change social control dan iron stock.
“Himpunan Pelajar Mahasiswa Aesesa Kupang merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap kondisi tersebut. Karena itu, kami menyelenggarakan Kemah Kerja Bakti Sosial Kemasyarakatan sebagai bentuk pengabdian sekaligus upaya membangun kepedulian sosial mahasiswa,” katanya. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










