Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores - FloresPos Net - Page 3

Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 19:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pius Jemadu, S.Fil.

Pius Jemadu, S.Fil.

Bencana seharusnya membuat manusia semakin rendah hati. Sebab ketika alam bergerak, kita sadar bahwa manusia begitu kecil. Rumah yang kita banggakan dapat runtuh. Harta yang kita kumpulkan bertahun-tahun dapat hilang dalam hitungan detik.

Kenyamanan yang kita nikmati dapat lenyap tanpa pemberitahuan. Dalam keadaan seperti itu, apakah masih pantas kita memelihara kesombongan?

Bencana justru mengajarkan bahwa kita membutuhkan satu sama lain. Hari ini mungkin kita yang menerima bantuan. Besok bisa jadi kita yang berada dalam posisi memberi. Hari ini kita berada dalam kesulitan. Besok mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk menolong orang lain. Karena itu, tidak ada alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain.

Baca Juga :  Membangun Bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati Berbasis Masyarakat Lokal

Gempa atau bencana apa saja boleh membuat kita menangis, tetapi jangan sampai membuat kita kehilangan kemanusiaan.

Pada akhirnya, ukuran terbesar dari sebuah masyarakat yang sedang dilanda bencana bukanlah seberapa banyak bantuan yang diterima, melainkan seberapa kuat masyarakat itu menjaga martabat, persaudaraan, solidaritas dan rasa syukur di tengah penderitaan.

Baca Juga :  Ende Dalam Pusaran Bahaya Geothermal

Tugas kita bukan hanya membantu korban melewati bencana, tetapi juga membantu menemukan kembali wajah kemanusiaan di tengah bencana.

Semoga gempa Flores tidak hanya dikenang sebagai peristiwa yang membawa duka, tetapi juga sebagai pengingat bahwa bangsa ini memiliki begitu banyak orang berhati mulia.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA