Marilah kita menjaga semangat gotong royong, menghargai setiap uluran tangan, dan membalas setiap kebaikan dengan rasa syukur serta tanggung jawab.
Sebab pada akhirnya, bencana tidak hanya menguji kekuatan bangunan yang kita miliki, tetapi juga menguji kualitas hati dan kemanusiaan kita. Ketika ada yang memberi dengan kasih, marilah kita menghormati kasih itu. Ketika ada yang berkorban demi sesama, marilah kita menjaga agar pengorbanan itu tidak menjadi sia-sia.
Kiranya Tuhan senantiasa menumbuhkan hati yang rendah hati, penuh syukur, dan siap melayani, sehingga di tengah setiap bencana, kasih dan solidaritas tetap menjadi kekuatan yang mempersatukan kita. *
Penulis adalah Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Manggarai, Relawan Caritas Keuskupan Ruteng
Editor : Wall Abulat










