Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores - FloresPos Net - Page 3

Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 18:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketenangan ini lahir bukan karena keadaan sekitar kita sedang baik-baik saja, melainkan karena kesadaran penuh bahwa di dalam perahu kehidupan yang rapuh ini, kita tidak pernah mendayung sendirian. Tuhan selalu hadir dan menyertai.

Penyertaan Tuhan di tengah bencana tersebut tidak hadir dalam bentuk keajaiban mistis semata, melainkan menjelma secara nyata melalui hadirnya tangan-tangan orang baik.

Di tengah puing-puing kemalangan, kita menyaksikan bagaimana arus kepedulian mengalir tanpa henti. Dari sesama warga lokal, para relawan, organisasi kemanusiaan, hingga saudari-saudara dari pelosok negeri yang bahkan tidak pernah kita kenal sebelumnya, mereka datang membawa bantuan.

Baca Juga :  Antara Lari 5 Menit, Slot Judol dan Etika Pejabat

Bantuan makanan, pakaian, tenda darurat, pendampingan trauma, hingga sekadar tegur sapa dan uluran tangan penguat adalah tanda-tangan nyata bahwa kasih itu ada.

Setiap paket bantuan dan setiap genggaman tangan relawan adalah wujud fisik dari penyertaan Tuhan yang membisikkan pesan kehidupan: “Kehidupan ini belum selesai, kehidupan ini harus terus berlanjut.”

Baca Juga :  Paradoks Politik Uang

Oleh karena itu, di tengah kepedihan dan duka yang mendalam, sikap paling mulia dan paling menguatkan yang perlu kita tumbuhkan adalah keberanian untuk bersyukur.

Bersyukur di tengah bencana bukanlah bentuk pengabaian terhadap penderitaan, bukan pula kepasrahan yang buta. Bersyukur adalah sebuah tindakan iman yang radikal. Sebuah pengakuan tulus bahwa meski kita kehilangan harta benda, kita tidak kehilangan harapan.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Berita ini 191 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA