Kita bersyukur karena masih diberi napas kehidupan untuk melihat hari esok. Kita bersyukur karena di dalam kerentanan, kita menemukan kehangatan persaudaraan sejati yang saling menopang.
Bencana mungkin telah meretakkan tanah dan meruntuhkan bangunan tempat tinggal kita, tetapi bencana tidak sanggup meruntuhkan semangat, iman, dan cinta kasih di antara kita.
Mari kita terus mendayung perahu kehidupan ini dengan tenang dan mantap. Dengan mata yang tertuju pada masa depan, mari kita rajut kembali asa yang sempat terkoyak. Sebab selama kita masih bernapas, selama tangan-tangan kebaikan masih saling bertautan, dan selama Tuhan ada di dalam perahu kita, Flores akan bangkit kembali. *
Editor : Wall Abulat










