‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot - FloresPos Net

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 14:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

DI BALIK keindahan alam Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, tersimpan kisah-kisah pilu yang melahirkan duka yang mendalam.

Selama lima tahun terakhir, tepatnya dari 2021 hingga 2026, wilayah ini mencatat sejumlah kasus bunuh diri yang merenggut nyawa warga dari berbagai kalangan usia.

Tragedi ini menuntut kita untuk menatapnya lebih dari angka statistik belaka. Kita perlu melihatnya sebagai ‘lukisan’ tentang retaknya struktur sosial dan hilangnya ruang aman bagi sesama manusia.

Baca Juga :  Demokrasi di Balik Citra: Ketika Penampilan Mengalahkan Substansi dalam Politik Indonesia

Catatan media dan laporan-laporan pihak yang berwewenang mengungkap kronologi yang memilukan yang terjadi di Tanah Lamaholot Flores Timur.

Pada Februari 2026, seorang siswi SMA berusia 17 tahun di Kecamatan Witihama, Adonara, ditemukan tewas gantung diri di kamar tidurnya.

Baca Juga :  Sepak Bola sebagai Puisi Sosial

Keluarga mencatat adanya perubahan drastis pada diri korban. Ia menjadi pendiam. Ia menarik diri dari pergaulan. Ia memendam beban sendirian tanpa sempat bercerita.

Tragedi yang paling memilukan mungkin terpatri pada nasib seorang siswi SMP kelas IX di Solor Selatan pada Januari 2022.

Berita Terkait

Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Sumpah yang Dimudahkan
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Sumpah yang Dimudahkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Berita Terbaru