Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain - FloresPos Net - Page 2

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam Pastores Dabo Vobis, Yohanes Paulus II menegaskan bahwa seminari bukan sekadar tempat atau bangunan tempat calon imam tinggal dan belajar.

Seminari terutama merupakan komunitas pendidikan yang sedang berjalan, sebuah lingkungan yang memungkinkan calon imam mengalami kembali pengalaman para rasul yang hidup bersama Kristus sebelum diutus untuk menjalankan misi (Yohanes Paulus II, Pastores Dabo Vobis, 1992, no. 60).

Baca Juga :  Privasi di Ujung Jari: Siapa Mengendalikan Data Kita?

Dengan demikian, kehidupan bersama bukan sekadar latar belakang dari pembentukan imamat. Kehidupan bersama itu sendiri merupakan medium formasi.

Seminari, menurut dokumen tersebut, merupakan komunitas eklesial yang bertujuan membentuk calon imam secara integral dalam dimensi manusiawi, rohani, intelektual, dan pastoral.

Keempat dimensi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Pengetahuan intelektual yang tidak disertai kematangan manusiawi berisiko menghasilkan kecerdasan yang kehilangan dimensi empati dan tanggung jawab.

Baca Juga :  “Familiaris Consortio” Tanggapan Gereja Atas Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Demikian pula, spiritualitas yang tidak berkembang dalam kemampuan membangun relasi dapat terjebak dalam bentuk kesalehan yang individualistis dan tertutup terhadap kehidupan bersama. Kompetensi pastoral tanpa kedalaman intelektual berpotensi kehilangan daya kritis dalam membaca realitas dan mengambil keputusan secara reflektif.

Berita Terkait

Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores
Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

Selasa, 15 September 2026 - 12:44 WITA

Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores

Senin, 14 September 2026 - 14:58 WITA

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

Minggu, 13 September 2026 - 21:30 WITA

Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:47 WITA