Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi? - FloresPos Net - Page 4

Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 19:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi Sentra Peternakan Sapi di Wolo Kolo, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Gambar diambil Mei 2026

Lokasi Sentra Peternakan Sapi di Wolo Kolo, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Gambar diambil Mei 2026

Sejumlah item kegiatan persiapan dan anggaran dari APBD Flores Timur untuk Sentra Peternakan Sapi di Wolo Kolo sudah terkuras. Totalnya, lebih dari Rp 2 miliar.

Boleh jadi. Perubahan skema itu berpotensi besar tersandung hukum: sewa lahan, proses persiapan pakan, sejumlah pengadaan dan kegiatan lainnya yang telah menguras habis anggaran lebih dari Rp 2 miliar.

Perubahan skema dari sentra menjadi sub sentra sertamerta atau satu kesatuan yang berdampak pula pada semua item kegiatan dan anggaran yang sudah direalisasi. Tidak saja hanya soal jumlah sapi dikurangi dan pemberhentian  pelaksana tugas Disbunter lantas selesai lalu dimulai dengan skema baru.

Baca Juga :  Kalangan Masyarakat Dominasi Lomba Inovasi Daerah Flores Timur 2023, Tantangan Bagi Kategori Perangkat Daerah dan Pendidikan

Pintu masuk dugaan pidana korupsi, kolusi dan nepotisme juga terbuka lebar. Pada sewa lahan 200 hektar Rp 200 juta per tahun. Kondisi di Wolo Kolo hanya 30-60 hektar yang dipakai atau dikelola. Sisa lebih sewa lahan sekitar 140 hektar.

Sewa lahan 200 hektar masuk dalam belanja modal pada Disbunter Flores Timur. Dan bukan rahasia lagi, Bupati Anton Doni–di ruang kerjanya menandatangani kontrak sewa lahan 200 hektar tersebut pada 22 Desember 2025.

Baca Juga :  PHRI Sebut Ada Hotel di Ende Jadi Tempat Prostitusi Terselubung, Desak Pol PP Tertibkan

Sewa lahan 200 hektar ini pun diduga kuat tidak melalui proses, tahapan dan mekanisme yang disyaratkan regulasi. Tidak melibatkan dan terlibat instansi negara Kantor Pertanahan untuk mengukur luas lahan dan nilai lahan yang disewa tersebut.

Apalagi, secara regulasi, Pemda boleh berbisnis. Tapi tidak boleh beroperasi secara langsung sebagai entitas bisnis komersial. Kalau mau berbisnis, Pemda mesti terlebih dahulu membentuk BUMD atau perseroan daerah.

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Ketua AMAN Sebut MBG dan KDMP Program Positif Pemerintah Namun Lemah Penerapan di Daerah
Memprihatinkan, Jalan Kampung Wae Sambi Manggarai Barat
Berita ini 260 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Rabu, 4 November 2026 - 11:47 WITA

Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen

Berita Terbaru