Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi? - FloresPos Net - Page 5

Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 19:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi Sentra Peternakan Sapi di Wolo Kolo, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Gambar diambil Mei 2026

Lokasi Sentra Peternakan Sapi di Wolo Kolo, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Gambar diambil Mei 2026

Melalui BUMD atau perseroan daerah-lah, Pemda bisa mengalokasikan anggaran dalam bentuk penyertaan modal. Hingga babak baru September 2026 ini, BUMD yang dibentuk Pemda Flores Timur–katanya sejak April 2025 lalu berproses itu belum kunjung selesai. Alias belum ada.

Proses pekerjaan persiapan lahan mulai dari penanaman HMT, pembukaan JUT, penanaman tanaman pagar pembatasan kawasan senilai kontrak Rp 1,02 miliar. Banyak kalangan menduga belum sepenuhnya berjalan sesuai yang direncanakan.

Pertanyaan kecil dan sekenanya saja. Apakah dengan merubah skema sentra menjadi sub sentra, addendum pengadaan jumlah sapi dan pemberhentian plt selesai?

Baca Juga :  Diduga Minum Obat Semprot Hama Seorang Perempuan di Magepanda Meninggal Dunia

Bagaimana dengan kegiatan dan anggaran lebih dari Rp 2 miliar sudah digunakan atau dipakai dalam skema besar sentra peternakan sapi di Wolo Kolo?

Aparat Penegak Hukum/APH (Jaksa dan Polisi) tentu punya pikiran dan cara tersendiri dalam membuka pintu untuk masuk lebih dalam menelusuri jejak-jejak indikasi tindak pidana korupsi dalam mega proyek Program Big Push Sentra Peternakan Sapi di Wolo Kolo pada Disbunter Kabupaten Flores Timur tahun anggaran 2025/2026.

Baca Juga :  Progres Hanya Sampai 18 Persen, Pemda Flores Timur PHK Rekanan Proyek Jalan Mulobahang-Walang

Sebagian besar publik Lewotanah Flores Timur tentu juga sepakat: APH (Jaksa dan Polisi) membuka tabir dan mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang sudah menyedot lebih dari Rp 2 miliar atau diprediksi puluhan miliar ditengah kesulitan akibat efisiensi anggaran.

Supaya akhirnya, “jangan ada dusta diantara kita”– jadi ingat sedikit syair tembang kenangan yang dipopulerkan Broery Marantika dan Dewi Yull.*

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Ketua AMAN Sebut MBG dan KDMP Program Positif Pemerintah Namun Lemah Penerapan di Daerah
Memprihatinkan, Jalan Kampung Wae Sambi Manggarai Barat
Berita ini 260 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Rabu, 4 November 2026 - 11:47 WITA

Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen

Berita Terbaru