Sukses di Kanada, Johni Doy Berikan Beasiswa bagi Siswa Kurang Mampu di Bajawa dan Boawae - FloresPos Net

Sukses di Kanada,  Johni Doy Berikan Beasiswa bagi Siswa Kurang Mampu di Bajawa dan Boawae

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Johni Doy pose bersama guru SMA Regina Pacis Bajawa.

Johni Doy pose bersama guru SMA Regina Pacis Bajawa.

BAJAWA, FLORESPOS.net-Tiga Puluh Dua Tahun menetap di Kota Toronto-Kanada putra Ngada, Johni Doy sukses membangun bisnis retail. Meski sukses bear di negeri orang,Johni tidak melupakan kampung halaannya. Kini ia kembali dan memberikan beasiwa bagi anak kurang mampu di Bajawa dan Boawae.

Selain mengunjungi keluarga untuk urusan Adat Reba di Kampung Bomadha, Desa  Wawowae, Kecamatan Bajawa, Johni Doy senantiasa pulang melakukan kegiatan sosial salah satunya memberikan beasiswa bagi anak berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Anak ke 5 dari 8 bersaudara buah kasih dari Almarhum Domi Doy Resa dan Almarhumah Petronela Una Dolu membagi beasiwa bagi sejumlah siswa di SMA Swasta Katolik Fransiskus Xaverius (Smafix ) Boawae, Kabupaten Nagekeo dan SAMS Katolik Regina Pacis Bajawa, Kabupaten Ngada, Senin (5/10/2026).

Johny sukses di Kanada bersama sanga istri, Kristine Gulyas (almarhumah) berkebangsaan Kanada.

Dari pernikahannya, Johni dikaruniai 3 orang anak yang semuanya laki-laki yakni Marc Gulyas Doy, Tristan Gulyas Doy dan Ben Gulyas Doy.

Pada kehadirannya, Johni Doy berkesempatan mengunjungi SMA Swasta Katolik Fransiskus Xaverius (Smafix ) Boawae, Kabupaten Nagekeo guna memberikan bantuan beasiswa untuk kedua kalinya bagi siswa berprestasi yang tidak mampu di sekolah tersebut.

Kehadiran di SMA Swasta Katolik Fransiskus Xaverius Boawae bertepatan dengan penyelenggaraan sidang  Pleno Komite Sekolah, Sabtu 3 Oktober 2026 juga memberikan motivasi dan bantuan beasiswa bagi pelajar berprestasi di SMA Swasta Katolik Regina Pacis Bajawa, Senin 5 Oktober 2026.

Kepala Smafix Boawae, Bruno Kewo Ule ketika menerima, Joni Doy beserta keluarga mengatakan,menjadi sebuah kebanggaan yang luar biasa di mana Johni Doy memberikan bantuan bagi siswa berprestasi di sekolahnya.

Sebuah kegiatan sosial yang patut dijadikan semangat bagi anak didik juga guru-guru dalam mendidik. Dengan bantuan yang diberikan dapat memotivasi guru dan siswa untuk terus bersemangat membangun diri dan mengembangkan bakat.

Di hadapan orang tua yang hadir pada sidang komite Bruno juga mengharapkan agar jalinan kasih yang dibangun ini dapat berjalan terus termasuk memberikan masukan-masukan untuk pengembangan sekolah ke depannya.

Johni Doy mengatakan, dirinya peduli terhadap dunia pendidikan karena sangatlah penting, baik pendidikan formal maupun non formal..

Pada bulan Februari 2026 dirinya bertemu kepala sekolah yang mampir ke rumahnya di Bajawa dan menceritakan tentang keadaan sekolah sehingganya dirinya merasa terpanggil untuk membantu.

Baca Juga :  Pengurus PHRI Cabang Nagekeo Periode 2025-2030 Dilantik, Ini Pesan Bupati

Menurutnya, bantuan yang diberikan mungkin belum seberapa namun dapat mengetuk banyak hati yang ada untuk turut membantu lembaga pendidikan SMA Swasta Katolik Fransiskus Xaverius Boawae.

Johni Doy, Alumni Istimewa Recis Bajawa 

Kepala SMA Swasta Katolik Regina Pacis Bajawa, Hendrianto Emanuel Ndiwa ketika menerima Johni Doy yang merupakan alumni SMA Recis Bajawa,Senin (5/10/2026) mengatakan, Johni Doy merupakan salah satu alumni istimewa.

Johni Doy dikatakan istimewa karena alumni yang menetap lebih dari 30 Tahun di Negara Kanada, sukses dan tidak melupakan almamaternya.

Beliau bekerja dan sangat sukses di Kanada dan sering kembali mengunjungi almamater tercinta Regina Pacis Bajawa.

“Kita percaya bahwa Bunda Maria Regina Pacis akan selalu menuntun alumni untuk kembali ke Recis Bajawa,” katanya.

Johni Doy ketika memberikan bantuan beasiswa di SMA Recis Bajawa, Senin 5 Oktober 2026 mengatakan, dirinya merupakan alumni Angkatan Tahun 1987.

Sebuah perjuangan panjang namun membanggakan karena bisa menjadi bagian dari SMAK Recis.

Di hadapan para guru dan siswa SMA Recis Bajawa, Johni berkisah bahwa ia lahir dan dibesarkan dari keluarga yang sederhana. Ayahnya seorang ASN ibunya seorang ibu rumah tangga. Johni mengaku pernah mengajak putra sulungnya berkunjung ke SMA Recis Bajawa.

Ketiga anaknya pernah datang ke Bajawa di mana anak pertama merupakan seorang Sarjana teknik lingkungan hidup, yang kedua seorang sarjana umum dan menjadi seorang dosen sedangkan yang ketiga sedang melanjutkan kuliah menjadi seorang Chef.

Diceritakan pula tentang perjalanan hidup terutama bisnis yang telah dan sedang dijalankan 30 tahun di negara Kanada.

Sebagai seorang yang lahir dari keluarga sederhana menjalankan bisnis di negara orang bukan merupakan sebuah pekerjaan gampang.

Ketika merantau pertama kali di Bali hingga saat ini di Kanada hal yang penting menurutnya adalah sebuah ketekunan dan kerja keras.

Dirinya dan mendiang istrinya mulai merintis sebuah usaha kecil yakni Retail dengan mendatangkan produk-produk dari seluruh dunia.

Pada saat itu diceritakan bahwa bersama istrinya mereka bersepakat untuk fokus mendatangkan produk-produk dari Indonesia di mana sebelumnya sebelum pindah ke Kanada dirinya mengurus perusahaan ekspor dan impor untuk produk Retail.

Baca Juga :  Pengurus Bank Sampah Lestari Riung Terbentuk--Komitmen Bersama Kelola Sampah secara Profesional

Dari sebuah tempat usaha dirinya terus berjuang dimana datang dari negara yang belum terlalu maju harus bisa menyesuaikan diri dengan negara maju yakni Kanada.

Dengan sebuah ketekunan dan kerja keras akhirnya dari hasil usaha kecil dapat membeli sebuah gedung yang besar dan kini telah memiliki 6 Outlet di 6 kota yang berbeda.

Disaat anak-anaknya mulai beranjak dewasa dan membutuhkan banyak perhatian dirinya bersama istri membuat keputusan agar anak-anaknya mulai melanjutkan usahanya.

Apa yang dilakukan tidak bermaksud menunjukkan atau memamerkan apa yang dicapai namun mau menunjukkan bagaimana determinasi dirinya bahwa dalam kehidupan ini tidak ada yang instant diperoleh.

Dirinya memberikan motivasi kepada para siswa untuk lebih mampu dari dirinya dalam berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

“Semuanya bisa kalau kita mau berjuang.Saya bangga terhadap Recis yang terus berkembang,” ungkapnya.

Recis Bajawa yang telah dikenal tingkat Kabupaten hingga Nasional merupakan sebuah modal untuk terus berkembang dimana Recis Bajawa juga menjadi sekolah panutan bagi sekolah-sekolah lainnya.

Yang paling penting dalam kehidupan ini baginya adalah kemauan serta disiplin yang tinggi.

Kesuksesan dapat dicapai bila diri sendiri sudah dapat  disiplin dan itu pasti dihargai.

Hal yang juga penting adalah tidak bisa mengandalkan kepintaran karena dirinya merasa lebih baik menjadi orang baik daripada menjadi orang pintar karena orang pintar belum tentu baik.

Dalam beberapa tahun terakhir setelah sekian lama menetap di negara orang oleh pemerintah Indonesia juga memberikan penghargaan terhadap apa yang dilakukannya.

Kedutan Indonesia di Kanada menetapkan dirinya untuk membawa misi khusus sebagai seorang yang sukses di bidang Retail Indonesia dan Kanada.

Hal ini terbukti dimana selama 2 tahun terakhir dirinya mendapat penghargaan langsung dari Menteri Perdagangan RI tahun 2025 dan tahun 2026 oleh Presiden Prabowo lewat kedutaan Indonesia di Kanada.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dirinya juga berpesan kepada para siswa untuk terus beradaptasi mengikuti perkembangan dengan menggunakan secara baik dan benar teknologi yang ada termasuk berbisnis.

“Sebelum berbuat yang terbaik bagi orang lain yang terpenting adalah berbuat baik untuk diri sendiri,” tutupnya. *

Penulis : Wim de Rozari

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Alumni SMPS Sanctissima Trinitas Hokeng Gelar Reuni Akbar–‘Reconnect, Rekindle, Rebuild’
Menginginkan Terang Sentra Hortikultura Manggarai Barat
Besok Gabriel Dala Dilantik jadi Sekda Ende Definitif, Bupati: Dia Sudah Tahu Tugasnya
Bupati Sikka Minta Femmy Bapa Jadi Sekda yang Mampu Mendengar dan Merangkul
Kuasa Hukum PT. Krisrama Desak Bupati Sikka Segera Lakukan Eksekusi Non Yudisial Lahan HGU Nangahale
Membaca Wajah Pilkades Manggarai Barat: Antara Politik Uang, Biaya Politik dan Residu Demokrasi Desa
Yance Maring Motivasi Peserta Yudisium Fakultas Pertanian Unipa Maumere Jangan Malu Jadi Petani
Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:48 WITA

Sukses di Kanada,  Johni Doy Berikan Beasiswa bagi Siswa Kurang Mampu di Bajawa dan Boawae

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:47 WITA

Alumni SMPS Sanctissima Trinitas Hokeng Gelar Reuni Akbar–‘Reconnect, Rekindle, Rebuild’

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:40 WITA

Menginginkan Terang Sentra Hortikultura Manggarai Barat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:13 WITA

Besok Gabriel Dala Dilantik jadi Sekda Ende Definitif, Bupati: Dia Sudah Tahu Tugasnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:10 WITA

Bupati Sikka Minta Femmy Bapa Jadi Sekda yang Mampu Mendengar dan Merangkul

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Menginginkan Terang Sentra Hortikultura Manggarai Barat

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:40 WITA