Menakar Jaminan Keselamatan dan Urgensi Transportasi Publik di Labuan Bajo - FloresPos Net

Menakar Jaminan Keselamatan dan Urgensi Transportasi Publik di Labuan Bajo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Djoko Setijowarno

SEBUAH destinasi wisata kelas dunia tidak pernah dinilai sekadar dari keindahan lanskap atau kemegahan akomodasinya, melainkan dari sejauh mana sistem di dalamnya mampu menjamin keselamatan setiap nyawa manusia.

Ketika label ‘superprioritas’ dan ‘superpremium’ mulai disematkan pada Labuan Bajo, ekspektasi publik terhadap standar pelayanan publiknya pun otomatis melonjak. Sayangnya, realitas di lapangan sering kali masih memperlihatkan celah yang mengkhawatirkan.

Tragedi memakan korban jiwa kembali terjadi di Labuan Bajo. Dua wisatawan Austria tewas setelah jatuh di sekitar air terjun Cunca Wulang, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga :  Belajar dari Kasus Bundir Anak di Ngada: Masalah dan Solusi

Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan wisata di destinasi wisata superprioritas, mulai dari jembatan ambruk hingga kapal tenggelam (Kompas, 26/05/2026).

Sesuai namanya sebagai destinasi pariwisata superprioritas, standar keselamatan wajib menjadi prioritas utama. Pemerintah dan pengelola tidak boleh berkompromi dengan keselamatan manusia.

Sangat ironis jika destinasi wisata berlabel superpremium ini justru abai terhadap keselamatan, hingga membuat wisatawan merasa tengah bertaruh nyawa.

Jika terus dibiarkan dan pemerintah tetap abai, bukan tidak mungkin Labuan Bajo akan ditinggalkan oleh pelancong mancanegara.

Bagaimanapun, wisatawan datang untuk bersenang-senang, bukan untuk mempertaruhkan nyawa akibat buruknya layanan dan infrastruktur pendukung. Tanpa adanya jaminan keselamatan, reputasi Labuan Bajo taruhannya.

Baca Juga :  Membangun Politik Sehat Menyambut Pikada 2024-2029

Pemerintah perlu mengalokasikan anggaran khusus yang didedikasikan sepenuhnya untuk penanganan keselamatan di Labuan Bajo.

Anggaran ini harus dikucurkan secara sinergis oleh seluruh kementerian dan lembaga yang bertanggung jawab atas keselamatan serta kenyamanan para pelancong.

Urgensi pembenahan transportasi umum

Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) gencar membangun infrastruktur berupa jaringan jalan dan trotoar yang dilengkapi fasilitas halte.

Berita Terkait

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Berita Terbaru

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA

Pembicara dan Petinggi Stipas Kupang pose bersama usai kuliah umum.

Nusa Bunga

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:46 WITA