Menakar Jaminan Keselamatan dan Urgensi Transportasi Publik di Labuan Bajo - FloresPos Net - Page 2

Menakar Jaminan Keselamatan dan Urgensi Transportasi Publik di Labuan Bajo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namun sayangnya, rute angkutan yang tersedia saat ini masih terbatas pada Angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dari Bandara Komodo menuju kawasan wisata Labuan Bajo.

Belum ada integrasi angkutan umum yang dapat mengakomodasi kebutuhan wisatawan sekaligus aktivitas harian warga lokal, seperti untuk keperluan sekolah dan bekerja.

Transportasi umum di daerah destinasi wisata hendaknya juga dibenahi, supaya pelancong nyaman bermobilitas. Terlebih tahun 2028, Provinsi Nusa Tenggara Timur terpilih sebagai penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ini adalah momentum untuk sekaligus membenahi transportasi umum modern seperti kota-kota lain yang sudah mendapat bantuan skema pembelian layanan (buy the service).

Baca Juga :  Futsal Ekasapta, Sumpah Pemuda dan Seribu Wajah Indonesia

Urgensi pembenahan transportasi umum di destinasi pariwisata superprioritas tersebut setidaknya mencakup empat aspek. Pertama, menjamin keselamatan dan mengurangi risiko fatalitas wisatawan.

Insiden kecelakaan yang dialami wisatawan di Labuan Bajo, baik di darat maupun di perairan menunjukkan adanya celah besar dalam standarisasi keselamatan.

Transportasi umum yang dikelola dengan baik oleh pemerintah atau lembaga resmi umumnya memiliki standar kelaikan kendaraan, sertifikasi pengemudi, dan jalur operasional yang lebih terukur.

Baca Juga :  Anatomi Kekuasaan yang Memecah Diri: Radikalitas Ekaristi dalam Filsafat Politik Kepemimpinan

Pembenahan transportasi massal darat akan meminimalisasi ketergantungan wisatawan pada moda transportasi informal yang standarnya sulit diawasi.

Kedua, mengatasi ketimpangan aksesibilitas (wisatawan vs warga lokal). Saat ini, layanan transportasi modern seperti Angkutan KSPN baru menyentuh rute linier dari Bandara Komodo ke pusat kawasan wisata.

Akibatnya, terjadi ketimpangan: wisatawan kesulitan mengeksplorasi destinasi pendukung di luar jalur utama karena keterbatasan moda pariwisata yang terintegrasi.

Berita Terkait

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA

Pembicara dan Petinggi Stipas Kupang pose bersama usai kuliah umum.

Nusa Bunga

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:46 WITA