Alfian, Sarjana INF yang Memilih Tanah, Ketua DPRD NTT: Jangan Gengsi Bertani - FloresPos Net

Alfian, Sarjana INF yang Memilih Tanah, Ketua DPRD NTT: Jangan Gengsi Bertani

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Toga sudah dilepas. Ijazah INF angkatan pertama sudah di tangan. Teman-temannya sibuk lamar kerja, kirim CV, antre CPNS.

Alfian (23) pilih arah berbeda. Ia pulang ke kampung. Bawa ijazah, bawa ilmu, bawa cangkul.

“Saya alumni dari kampus Institut Nasional Flores (INF) angkatan pertama. Setelah wisuda saya kembali menjadi petani,” katanya sambil menunjuk kebun hortinya yang hijau.

Bagi sebagian orang, itu keputusan “mundur”. Sarjana kok jadi petani? Gengsi dong?

Alfian tidak berpikir begitu. Ia punya mimpi yang lebih besar dari gengsi, mengubah wajah petani di kampungnya. Selama ini orang hanya kenal padi. Sekali panen hanya beberapa karung saja tergantung ia tekun atau tidak tambah harga jatuh pas panen raya.

“Saya mimpi agar petani tidak hanya membudidayakan padi. Tapi horti,” ujarnya menambahkan hortikultura cabai, tomat, sayur daun, buah. “Tanam 3 bulan panen. Harga lebih stabil. Nilai jual lebih tinggi,” tambahnya.

Baca Juga :  Buka Sidang Luar Gedung PN Bajawa, Bupati Nagekeo Tekankan Pentingnya Identitas Hukum bagi Anak

Jalan itu tidak mulus. “Awal saya mulai gagal. Hama habis. Harga anjlok. Saya rugi,” akuinya jujur.

Tapi Alfian anak INF. Kampus wirausaha ajar dia satu hal gagal itu data, bukan vonis. Ia baca lagi, tanya penyuluh, coba varietas baru, atur jadwal tanam.

“Saya tidak putus asa. Saya terus mencoba.” ujarnya.

Hasilnya? Kebunnya sekarang jadi rujukan. Hasil sangat memuaskan. Uang hasil panen tidak hanya untuk jajan. Ia bisa bantu orang tua. Bangun rumah lebih layak. Beli pupuk tanpa ngutang.

“Harapan saya anak muda jangan gengsi dengan profesinya petani. Karena jadi petani hasilnya lebih memuaskan,” pesannya.

Baca Juga :  Peserta Pelatihan Kompetensi Pariwisata dari Ende Akan Magang di Bali

Kisah Alfian mendapat apresiasi Ketua DPRD Provinsi NTT Emiliana Nomleni. Saat bertemu Alfian, Emiliana menegaskan pentingnya mengubah mindset anak muda soal bertani di tengah efisiensi anggaran APBD.

“Kita bicara APBD provinsi kita belum tentu bisa mendapatkan. Karena efisiensi anggaran kita tidak bisa berbuat apa. Kita harus rubah. Dan jangan bergensi. Kita dorong terus untuk inspirasi orang-orang muda,” tegas Emiliana, Senin (22/6/2026) sore.

Ketua DPRD menilai kisah Alfian adalah contoh nyata: sarjana tidak harus menunggu kerja PNS/ASN. Bertani dengan ilmu bisa jadi jalan mandiri, produktif, dan menolong orang tua.

Kisah Alfian diharapkan jadi inspirasi, terutama di Nagekeo dan Flores yang potensi hortikulturanya besar: cabai, tomat, sayur, buah. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Puluhan Sopir Truk dan Pemilik Galian C di Sikka Datangi Kantor Bapenda Bahas Harga Material
Rumah Rusak Dampak Gempa Flores Bisa Dibangun Kembali Oleh Pemiliknya, Pemerintah Siapkan Dana
Kepala BNPB Paparkan Skema Pembangunan Rumah Rusak Berat Dampak Gempa Flores
Pemerintah Pagari Kawasan Sempadan Ndao untuk Penataan Taman Kota, Ini Respon Eks Pedagang
Kekuatan Wanita dan ‘Authentic Leadership’ (Membaca Kisah Fatima Zahra El Mansouri)
Wisata Flores, Menikmati Pesona Teratai di Danau Rana Tonjong
Sekda Baut: Rumah Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat 14.067 Unit
Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan
Berita ini 172 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:43 WITA

Puluhan Sopir Truk dan Pemilik Galian C di Sikka Datangi Kantor Bapenda Bahas Harga Material

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Rumah Rusak Dampak Gempa Flores Bisa Dibangun Kembali Oleh Pemiliknya, Pemerintah Siapkan Dana

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Kepala BNPB Paparkan Skema Pembangunan Rumah Rusak Berat Dampak Gempa Flores

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Pemerintah Pagari Kawasan Sempadan Ndao untuk Penataan Taman Kota, Ini Respon Eks Pedagang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:35 WITA

Kekuatan Wanita dan ‘Authentic Leadership’ (Membaca Kisah Fatima Zahra El Mansouri)

Berita Terbaru