MAUMERE, FLORESPOS.net-Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyebutkan Presiden Prabowo ingin agar negeri ini keluar dari cengkeraman asing sehingga negeri ini tidak didikte negara lain.
Untuk itu, beliau selalu menekankan pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 agar kekayaan alam yang ad akita kelola sendiri dan membenahi kembali republic ini yang menurutnya tidak sesuai amanat konstitusi.
“Kita di NTT juga harus buat agar kita mandiri dan bisa menentukan nasib kita sendiri terutama di bidang ekonomi,” sebut Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat sosialisasi KUR Bank NTT bekerjasama dengan DPD I Partai Golkar NTT,Kamis (13/8/2026).
Melki sapaannya mengatakan, rata-rata barang yang kita pakai di rumah, kantor dan lainnya berasal dari luar NTT padahal ada yang bahan bakunya terdapat di NTT.
Ia menyebutkan, di NTT hanya tidak mengetahui caranya agar barang tersebut bisa dibuat dan dipakai oleh orang NTT.
Ia mencontohkan, beras banyak dari luar, gula pasir, minyak goreng bahkan tusuk gigi saja harus didatangkan dari luar NTT padahal kitab isa membuatnya sendiri hanya perlu teknologinya.
“Kalau kita biarkan orang luar ambil uang sebanyak-banyaknya dari NTT dan kita hanya nikmati maka kita tidak bisa menikmati kekayaan alam kita sendiri. Kalau bisa kita olah beras, gula pasir, minyak goreng, kopi dan garam diproduksi di NTT,” harapnya.
Melki mengatakan, apabila banyak produk dibuat di NTT maka dirinya akan meminta para ASN untuk menyisihkan sebulan Rp100 ribu minimal untuk belanja produk-produk buatan pelaku usaha di NTT.
Dirinya pun telah membuat program One Village One Product guna memacu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar bisa menghasilkan produk berbahan baku dari NTT.
“Kalau setiap Aparatur Sipil Negara di NTT menyisihkan serratus ribu rupiah saja untuk belanja kebutuhan di NTT Mart maka dalam sebulan sudah miliaran rupiah yang diperoleh,” tuturnya.
Melki mengharapkan agar pengusaha UMKM bisa mencari partner bisnis dari luar daerah untuk bisa membangun industri di NTT guna mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










