Pendidikan adalah Hak yang Tak Dapat Dinegosiasikan: Menggugat Kebijakan Pembangunan di Lingkungan Sekolah - FloresPos Net

Pendidikan adalah Hak yang Tak Dapat Dinegosiasikan: Menggugat Kebijakan Pembangunan di Lingkungan Sekolah

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Yohanes Kia Nunang

​MELIHAT realitas yang terdokumentasi dalam beberapa hari ini, kita tidak hanya melihat sebuah konflik lahan, melainkan sebuah krisis etika dalam manajemen pembangunan publik.

Sebagai pegiat literasi, saya memandang fenomena penggusuran sebagian lahan sekolah demi kepentingan pembangunan Koperasi Merah Putih, sebagai tindakan yang sangat kontraproduktif terhadap agenda besar pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa.

​Pendidikan bukanlah sekadar transfer ilmu dalam ruang kelas, melainkan sebuah ekosistem yang membutuhkan rasa aman, ketenangan, dan keteraturan.

Pembangunan infrastruktur di atas lahan pendidikan tanpa melalui proses sosialisasi yang partisipatif, transparan, dan berkeadilan adalah bentuk pengabaian terhadap hak-hak dasar anak atas lingkungan belajar yang layak.

Baca Juga :  Memaknai Pers Pilar Keempat Demokrasi, Antara Harapan dan Kenyataan

Secara sosiologis dan pedagogis, tindakan memaksakan kepentingan fisik di atas kebutuhan mental-intelektual anak didik merupakan sebuah kebijakan yang mencederai HAM.

​Oleh karena itu, saya melayangkan gugatan moral kepada para pemangku kebijakan: Kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Ende: Sejauh mana urgensi pembangunan ini telah dipertimbangkan dampaknya terhadap kualitas pedagogis di sekolah tersebut? Apakah standar pelayanan minimal pendidikan masih menjadi prioritas utama?

​Kepada Bupati Ende: Kami menuntut kehadiran Anda sebagai pelindung hak rakyat. Apakah pembangunan ini telah melalui kajian dampak lingkungan dan sosial yang komprehensif, atau justru mengabaikan keberlangsungan pendidikan masa depan anak-anak kita?

​Kepada DPRD Dapil Detusoko: Anda adalah representasi suara rakyat. Jangan biarkan fungsi pengawasan Anda tumpul di hadapan kebijakan yang merugikan konstituen Anda, terutama para generasi penerus di bangku sekolah.

Baca Juga :  Generasi Emas yang Cemas (Krisis Sunyi di Balik Mimpi 2045)

​Infrastruktur fisik yang megah tidak akan pernah sebanding dengan kerugian kualitas SDM yang diakibatkan oleh terganggunya proses belajar-mengajar. Kami mengajak masyarakat luas, para akademisi, dan orang tua murid untuk bersatu menolak segala bentuk pembangunan yang mengorbankan lahan sekolah. Mari kita lindungi ruang tumbuh kembang anak-anak kita dari intervensi yang tidak berdasar.

​Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh dikalahkan oleh ambisi pembangunan sesaat. Hentikan kebijakan yang mengabaikan nurani. *

Penulis adalah Pendiri Pondok Baca Kampung Kabor, Kabupaten Sikka, NTT.

Berita Terkait

Memori Kolektif dan Siklus Konflik dalam ‘Yang Runtuh Lalu Satu’
Milenial Keru-Baki dan Ikhtiar Merawat Persaudaraan
Pelindung Pers Katolik: Suara Kebenaran Santo Titus Brandsma
Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global
Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel
Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur
Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:29 WITA

Memori Kolektif dan Siklus Konflik dalam ‘Yang Runtuh Lalu Satu’

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:25 WITA

Milenial Keru-Baki dan Ikhtiar Merawat Persaudaraan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:17 WITA

Pelindung Pers Katolik: Suara Kebenaran Santo Titus Brandsma

Senin, 27 Juli 2026 - 06:33 WITA

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WITA

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Lape Cup III, Merpati FC Towak Tembus Final

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:36 WITA