Oleh: Dr. Edi Hardum, S.H., M.H.
BEBERAPA hari belakangan masyarakat tiga Manggarai (Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur ) Nusa Tenggara Timur (NTT) disuguhi berita yang menegangkan syaraf yakni ada perusahaan yang kembali hadir di Manggarai untuk menggali bahan tambang mangan.
Mengapa dikatakan menegangkan syaraf ? Karena kehadiran perusahaan tambang di Flores terutama di tiga Manggarai menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Pertama, masyarakat yang pro berpendapat bahwa dengan batu mangan digali oleh perusahaan tertentu maka masyarakat mendapatkan uang, fasilitas umum dibuat atau diperbaiki, fasilitas kendaraan umum dibeli, dan lain-lain.
Kedua, masyarakat yang kontra lebih berlandas argumentasi pada pengalaman masyarakat di tiga Manggarai yang lahannya sudah digali oleh perusahaan tambang mangan. Orang-orang di lingkaran tambang kehidupan ekonominya tidak beranjak bagus.
Pendidikan anak-anak mereka, cucu-cucu mereka juga tidak lebih baik daripada masyarakat yang tanahnya digali untuk tambang. Janji dan operasi pertambangan mangan di Manggarai (tiga Manggarai) disimpulkan sama sekali tidak membawa perubahan kehidupan ekonomi masyarakat ke arah yang lebih baik. Janji-janji manis tak pernah terealisasi.
Seperti janji reboisasi atau pemulihan lahan karena tambang menjadi seperti danau, dipulihkan dan akan ditanami permohonan tak pernah terealisasi. Contoh di Mata Ropang, Desa Lante, Kecamatan Reok Barat. Bekas tambang seperti danau. Lahan tak akan bisa digunakan selamanya. Demikian janji bangun lapangan, jalan raya hanya omong kosong belaka.
Contoh nyata lainnya Kampung Wangkal, Kecamatan Reok Barat. Penggalian batu bangun tahun 1982-an membuat bekas galian tambang tidak bisa ditanami apa-apa sampai sekarang. Kehidupan masyarakat Wangkal tetap miskin sampai sekarang.
Ada pun beberapa orang yang kuliah sampai sarjana dari sana bukan karena hadirnya perusahaan tambang mangan, tetapi karena hasil kebun kopi, jambu mete dari tanah pertanian mereka.
Contoh nyata lainnya masyarakat di Torong Besi, Reok. Adakah yang kaya karena hadirnya perusahaan tambang di sana ? Atau di Sirise, Manggarai, Timur. Beberapa orang dari tempat saya yang jadi karyawan di perusahaan mangan Sirise, kehidupan ekonomi mereka sampai sekarang tidak lebih baik dari orang-orang di kampung saya yang kerjanya tanam kemiri, jambu, dll.
Bahkan, mohon maaf justru keadaan ekonomi yang bekerja di perusahaan tambang buruk alias miskin. Kenapa ? Karena mereka lupa menanam tanaman perdagangan seperti kemiri, coklat, dan lain-lain. Lupa garap sawah. Ada satu dua orang yang ekonomi bagus karena pandai menabung saat bekerja di perusahaan tambang.
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










