Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang - FloresPos Net - Page 2

Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan saya, pihak perusahaan tambang berbohong kepada masyarakat, diduga kuat pihak tambang tahu, masyarakat tidak mungkin bisa menggugat mereka secara hukum karena masyarakat miskin.

Catatan saya juga berdasarkan operasi perusahaan tambang di tiga Manggarai, pihak perusahaan tambang umumnya berbohong. Yang tampil beri janji adalah mereka-mereka yang hanya mendapat keuntungan diri sendiri.

Tanam Porang

Saya pikir, sekarang ini hampir semua lahan di tiga Manggarai bisa mendatangkan uang banyak dengan menanam tanaman porang, kopi, jambu mete, dll. Yang terpenting masyarakat rajin. Dinas Pertanian di tingkat kabupaten turun ke masyarakat, gerakan (ajak) pihak kecamatan, kepada desa setempat, ajak masyarakat terutama anak-anak muda tanam porang dan tanaman berguna lainnya.

Pihak pemerintah harus mengajak masyarakat, jangan terbuayai dengan uang sesaat tetapi lahan yang bisa ditanami tamaman berguna jadi rusak selamanya.

Baca Juga :  Merenung Pak Jokowi: Antara Titik Sunset dan Sunrise Kekuasaan (sekadar butir-butir pasir  di sepanjang pantai  negeri)

Dalam catatan saya, di Reok Barat, hampir setiap kampung, setiap kepala keluarga panen uang ratusan juta rupiah dalam setahun dari hasil jual umbi dan buah porang. Di Manggarai Barat seperti masyarakat di Rego, Bari, juga bersukaria panen tanaman porang, mendapatkan uang ratusan juta. Di Manggarai Timur juga demikian.

Janji Sesaat

Janji mobil angkutan dari perusahaan tambang tentu bagus. Lalu apakah angkutan seperti itu bertahan sampai berapa tahun ? Selama perusahaan tambang beroperasi ? Memiliki kendaraan tentu ada biaya operasional seperti bensin, oli, dll; serta biaya perawatan ketika rusak.

Siapa yang tanggung itu semua dan bertahan berapa lama ? Apakah setelah batu manggan telah diambil perusahaan tambang, biaya operasional dan perawatan kendaraan tetap ditanggung perusahaan tambang ? Kalau ditanggung apa jaminannnya ? Atau ditanggung pihak kecamatan atau pihak desa setempat ? Saya menduga keras ini semua adalah nikmat sesaat bagi masyarakat, sedangkan lahan atau tanah kekal. Jangan rusak tanahmu demi keuntungan sesaat.

Baca Juga :  Monetisasi Duka di Facebook Pro: Ketika Nurani Ditukar Bintang

Kalau buka akses jalan raya dan air minum, ini barangkali menguntungkan bagi masyarakat. Tapi coba pertimbangkan dengan kerugian ketika lahan pertanian jadi rusak.

Sekarang putusan akhir ada pada masyarakat. Masyarakat juga perlu dicerahkan pemerintahan setempat dan gereja serta pemuka agama lainnya dan semua masyarakat yang mengerti dan berhati nurani.

Aparat keamanan seperti TNI dan Polri tentu bukan lembaga atau orang yang meneror masyarakat. TNI dan Polri hadir di tengah masyarakat tentu harus memberikan perlindungan kepada masyarakat. Jangan teror masyarakat yang mempertahankan haknya atau mencerahkan keluarganya.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Berita ini 282 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Berita Terbaru

Nusa Bunga

570 PPPK Paruh Waktu di Ngada Terima SK Perpanjangan

Senin, 19 Okt 2026 - 18:05 WITA

Nusa Bunga

PSN Ngada Resmi Berangkat Menuju Liga 3 Nusantara

Senin, 19 Okt 2026 - 16:44 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA