ENDE, FLORESPOS.net-Dua kecamatan yang melakoni laga pertama di Piala Bupati Ende U-23 atau Bupati Ende Cup (BEC) tahun 2026 mengamankan tiga poin.
Kecamatan Ende Tengah mendapatkan tiga poin setelah menang atas Wewaria FC dengan skor 2- 0.
Sedangkan Kecamatan Maukaro menuntaskan misi tiga poin dengan kemenangan 3- 0 atas Kecamatan Kelimutu pada laga pertama yang dihelat di Stadion Marilonga, Selasa (7/7/2026) sore.
Ende Tengah Vs Wewaria
Kecamatan Ende Tengah yang turun dengan kekuatan penuh dan diperkuat oleh beberapa pemain yang telah malang melintang di sepak bola NTT seperti Charles Buru (18), Yohanes B. Seda (Beckham), Endo (17) langsung mengurung pertahanan Wewaria FC.
Tim Kecamatan Wewaria dipaksa berman lebih bertahan mengamankan daerahnya pada menit awal laga ini.
Kombinasi permainan bola panjang dan pendek dari Ende Tengah terus menekan pertahanan Wewaria.
Charles Buru (18) sang pemain senior yang didorong bermain lebih kedepan kerap merepotkan pertahanan Wewaria FC.
Upaya anak – anak Ende Tengah berhasil membuahkan hasil pada menit ke 28. Endo (17) sang pemain sayap berhasil lepas dari kawalan pemain belakang menyontek bola umpan silang dari rekannya.
Gol Endo langsung direspon oleh Wewaria. Mereka keluar bermain menekan ke jantung pertahanan Ende Tengah. Tercatat ada dua peluang emas yang tercipta namun belum bisa melahirkan gol penyeimbang.
Usaha anak – anak Wewaria untuk menyamakan kedudukan belum terwujud hingga wasit utama meniup peluit turun minum babak pertama.
Babak Kedua
Masuk di babak kedua, Wewaria yang sudah tertinggal di babak pertama langsung bermain menekan.
Namun Ende Tengah berhasil mengendalikan permainan dan berhasil melahirkan gol kedua di menit ke 52 lewat Marianus (9).
Setelah mencetak dua gol, Ende Tengah tidak menurunkan intensitas tekanan ke gawang Wewaria.
Charles Buru (18) mendapatkan dua peluang emas menambah gol untuk Ende Tengah namun tendangannya masih melambung diatas mistar gawang.
Setelah dua gol tersebut Ende Tengah lebih dominan menguasai lapangan tengah dan memperlambat tempo permainan karena salah satu pemainnya, Juan (8) menerima kartu merah.
Hingga akhir pertandingan skor tidak berubah. Ende Tengah mengamankan tiga poin di grup C dengan kemenangan 2-0.
Pelatih Kecamatan Ende Tengah, Rizaly Ambuwaru yang akrab disapa Abang Li enggan memuji penampilan anak- anaknya.
Pelatih yang terkenal disiplin ini menilai anak – anaknya masih berambisi mencetak gol saat ada peluang.
“Kami punya banyak peluang tapi kelihatan pemain masih napsu mencetak gol maka hanya bisa melahirkan dua gol”.
Kritik Perangkat Pertandingan
Salah satu pelatih di SSB IM Ende ini juga mengeritik perangkat pertandingan pada laga itu karena mengijinkan kedua tim bertanding dengan kostum yang warnanya nyaris sama.
Pada laga ini Ende Tengah sebagai tuan rumah atau melakoni laga home mengenakan kostum biru tua sedangkan Wewaria mengenakan kostum hitam.
Akibat warna kostum yang nyaris sama, pemain dari kedua tim sering melakukan kesalahan pasing
Menurut pelatih Ende Tengah kostum ini akan mengganggu pemain dan berdampak pada pertandingan namun diijinkan perangkat pertandingan.
“Kostum di laga tadi itu sangat mengganggu pertandingan. Kami sudah menyampaikan ke perangkat tapi itu dibiarkan dengan berbagai alasan”.
Usai pertandingan itu Abang Li memimpin timnya memungut sampah di banch area Ende Tengah.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










