Meneropong Makna Di Balik Buku: Mutiara Harapan, Kumpulan Puisi Karya Sr. Lucia, CIJ - FloresPos Net

Meneropong Makna Di Balik Buku: Mutiara Harapan, Kumpulan Puisi Karya Sr. Lucia, CIJ

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Dionisius Ngeta

KRISIS multidimensi di era moderen sekarang ini menimbulkan kebutuhan mendesak akan harapan. Gereja Katolik menawarkan harapan bukan sebagai ilusi, tetapi sebagai Kebajikan teologis yang bersumber dari janji Allah dalam Yesus Kristus dan berakar pada misteri sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus yang menjamin kehidupan kekal bagi yang percaya (Rm, 8:24; 1 Kor, 15:14).

Dalam perspektif iman Katolik, harapan adalah Kebajikan Ilahi yang bukan sekadar optimisme duniawi, melainkan jangkar yang kuat dan aman bagi jiwa. Harapan berakar dari keyakinan bahwa Allah senantiasa menyertai peziarahan hidup manusia, memberikan kekuatan untuk tabah menjalani proses dan dinamika kehidupan dan menjanjikan keselamatan kekal.

Laksana Jangkar, harapan dimaknai sebagai sesuatu yang memberikan keteguhan hati, kestabilan dan pegangan yang kuat. Harapan mengarahkan manusia pada kebahagiaan kekal dan menopang serta menguatkannya di tengah tantangan, kesulitan dan penderitaan. Rasul St. Paulus menulis: “Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi” (Rm, 8:24)

Harapan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dari kebajikan Iman dan Kasih. Iman adalah dasar dari segala yang diharapkan. Sedangkan kasih mengarahkan harapan itu kepada Tuhan dan sesama. Kasih merupakan hukum yang pertama dan utama dalam kehidupan. Kasih merupakan penggenapan hukum Tuhan yang diwujudkan melalui Yesus Kristus. Dan hukum itu mencakup perintah untuk mengasihi Allah dan sesama.

Pengharapan seorang beriman didasarkan pada kesetiaan Allah yang tidak pernah ingkar janji. Janji keselamatan dan penyertaan Kristus memampukan umat untuk hidup penuh damai dan sukacita.

Dalam Katekismus menyebutkan bahwa harapan sebagai Kebajikan yang “mendambakan Kerajaan Surga dan kehidupan kekal sebagai kebahagiaan kita, sambil mempercayakan diri kepada janji Kristus dan mengandalkan pertolongan Rahmat Roh Kudus” (KGK, 2007ʓ1817).

Baca Juga :  Kehormatan Lebih Penting dari Sekadar Fatamorgana Kekuasaan (Mencermati Leadership Style Presiden Jokowi)

Harapan dalam Kristus bukan sekadar orientasi manuju masa depan surgawi, melainkan suatu kekuatan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan eksistensial umat beriman. Harapan itu bersifat dinamis, dan transformative. Ia memampukan manusia untuk mengatasi penderitaan, keterbatasan dan krisis dengan iman yang teguh dan kasih yang aktif.

Buku Mutiara Harapan karya Sr. Lucia, CIJ berisikan Kumpulan puisi-puisi dalam nuansa harapan. Syair-syair bernas yang tertuang dalam puisi-puisi tersebut merupakan ungkapan pengalaman iman, kasih dan terutama harapan sebagai sebuah Kebajikan dalam dinamika kehidupan terutama dalam tugas perutusan dan karya pelayanannya terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Panti Santa Dymphna Maumere Flores NTT.

Sr. Lucia, CIJ sadar dan meyakini bahwa harapan adalah sebuah Mutiara, yakni satu Kebajikan esensial selain Iman dan Kasih. Harapan adalah jangkar yang membuatnya tetap tenang, sabar, pasrah, teguh, kuat dan setia pada tugas perutusan dan panggilan hidupnya sebagai seorang biarawati CIJ. Dasar dari harapannya adalah kesetiaan Tuhan pada janji-Nya. Tuhan tak akan pernah ingkar janji bagaimana dan apappun situasi yang dialami manusia.

Karena itu apapun tantangan dan bagaimanapun kesulitan serta dinamika kehidupan yang dialami dalam tugas perutusan dan pelayanan terhadap ODGJ di Panti Santa Dymphna, Sr. Lucia, CIJ tetap melabuhkan harapan pada belas kasih dan janji Allah sebagai jangkar satu-satunya yang kuat.

Tantangan dan kesulitan yang dialaminya tidak pernah medegradasi Kebajikan Iman, Harapan dan Kasihnya dalam karya pelayanan terhadap ODGJ di Panti Santa Dymphna Maumere Flores NTT.

Bagi Sr. Lucia, CIJ, harapan itu tidak sekedar arah hidup, tapi juga sebuah kekuatan yang mamampukan dia boleh bertahan, tetap setia dan mampu mengatasi berbagai macam tantangan dan kesulitan yang dialami dalam tugas perutusan dan karya pelayanan. Ia selalu percaya akan janji dan belas kasih Allah.

Baca Juga :  Revitalisasi Bahasa di Era Modern: Kamus Bahasa Daerah Mbay Menjadi Cermin Melawan Lupa

Karena itu apa dan bagaimanapun situasi yang dialaminya, Sr. Lucia, CIJ selalu menebarkan kasih, merasakan senyum kasih-setia Tuhan. Ia selalu membagi kasih, mengukir dan merangkainya dalam tugas perutusan dan karya pelayanan. Baginya, ibadah yang sejati adalah hidup berbelas kasih.

Sr. Lucia, CIJ selalu berjalan dalam harapan dan berkarya dalam hidup berbelas kasih. Ia tertuju pada harapan yang dijanjikan Tuhan dalam seluruh karya pelayanannya. Ia sadar bahwa berharap pada Tuhan itu adalah keabadian. Waktu-waktu hidupnya selalu dilewati dengan penuh harapan karena keyakinan akan keabadian kasih setia Tuhan.

Mengirimkan dan menebarkan kasih adalah nyala api yang selalu dihidupkan. Bertahan dalam kasih, kidungkan kasih Tuhan dan tetap bersinar dalam cinta adalah komitmen kuat yang terus dilakukan dalam ziarah hidup dan pelayanannya.

Dalam harapan dan kepasrahan Sr. Lucia, CIJ selalu mencoba untuk tetap tegar dalam ketidakpastian. Ia yakin bahwa Tuhan adalah jangkar yang selalu menopang kerapuhan jiwanya dengan kasih yang tak tergantikan. Saat badai hidup datang tanpa tanda, tangan Tuhan terulur penuh cinta, menegakkan hati yang sempat tenggelam. Itu harapan dan keyakinannya.

Buku Mutiara Harapan ini tidak hanya memperkaya, memperdalam dan memperluas harapan akan janji dan belas kasih Allah, tapi juga memampukan kita mengatasi tantangan, penderitaan, keterbatasan dan krisis dengan iman yang teguh dan kasih yang riil dan aktif.

Syair-syair bernas berbagai puisi yang disajikan meyakinkan kita untuk terus menaruh harapan bahwa Tuhan tetap setia. Bahkan ketika kita tidak setia pada-Nya. Di sinilah letak esensi dari Mutiara Harapan, Kumpulan Puisi Karya Sr. Lucia, CIJ. *

Penulis adalah Koordinator Umum Panti Santa Dymphna

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak
Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP
Bencana, Apakah Membawa Berkah?
Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi
Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat
Urgensitas Solidaritas Kemanusiaan Gempa Tektonik Flores dan Manajemen Kesiapsiagaan Bencana
‘Ketika Gempa Berlalu, Siapa yang Peduli pada Mama Imelda?’
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:18 WITA

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores

Senin, 7 September 2026 - 08:03 WITA

Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:41 WITA

Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP

Rabu, 2 September 2026 - 19:43 WITA

Bencana, Apakah Membawa Berkah?

Selasa, 1 September 2026 - 18:16 WITA

Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

Berita Terbaru