LENGKO AJANG, FLORESPOS.net-Elemen umat Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Lengko Ajang yang terletak di Lengko Ajang, Kelurahan Golo Wangkung, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT menggelar ritus adat Dadang Wakar dari para leluhur dan Pater Janssen, SVD (pendiri Gereja Lengko Ajang) yang digelar di Gereja Tua Lengko Ajang, Rabu (1/7/2026) malam.
Usai acara ritus adat dilanjutkan dengan acara adat Teing Hang (Pemberian sesajian makan kepada para leluhur). Acara ritus adat dipimpin tetua adat Serfulus Jabur.
Usai ritus adat dilanjutkan dengan ibadat Sabda yang dipimpin Pastor Paroki Lengko Ajang Reverendus Pater(RP) Stanislaus Ruba, SVD didampingi RP. Steph Dampur, SVD pada Kamis (2/7/2026).
Rangkaian Acara Ritus Adat
Disaksikan media ini, rangkaian acara adat diawali dengan penyalaan lilin di Kubur Pater Yansen, SVD lalu acara dadang wakar, kepok tiba arwah Pater Yansen, SVD dan para penjasah, acara tombo manuk, lalu dilanjutkan dengan acara adat ting hang.
Sementara pada Kamis (2/7/2026) dilanjutkan dengan rangkaian acara adat pembongkaran, ibadat pembongkaran Gereja Tua Lengko Ajang, seremonial pembongkaran, pemberkatan para tukang, dan simbolisasi pembongkaran gereja tua dengan membuka salah satu daun pintu gereja tua.
Rangkaian acara di atas digelar sebagai awal dari langkah pembongkaran Gereja Tua Lengko Ajang untuk kemudian dilanjutkan dengan pembangunan kembali gereja itu sesuai dengan konstruksi awalnya.
Untuk diketahui, pembangunan kembali Gereja Tua Lengko Ajang ini didanai oleh donatur Ibu Kim dkk, dengan arsitek Bapak Billy dan selaku pelaksana lapangan Bapak Sofian.
Turut hadir dalam rangkaian acara ritus adat dan ibadat sabda ini di antaranya Ketua DPP Paroki Lengko Ajang Rovinus Maret dan para para pengurus, Ketua DKP yang juga Ketua Pelaksana Revitalisasi Teobaldus Partoyo, Camat Congkar Petrus Sahadun, Sekretaris Lurah Golo Marsianus Lawi; dan perwakilan umat.
Umat Bersatu
Pastor Paroki Santa Theresia Lengko Ajang, Pater Stanislaus Ruba, SVD dalam sepata kata dua meminta elemen umat untuk bersatu dan bekerja sama dalam upaya menuntaskan tahapan pembangunan gereja sebagaimana yang menjadi komitmen para donatur, arsitek dan pelaksana lapangan pembangunan gereja Lengko Ajang.
Elemen umat harus bersatu dalam upaya mendukung pembangunan gereja tua Lengko Ajang ini, kata Pater Stanis.
Sekilas Gereja Tua Lengko Ajang
Gereja tua Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Lengko Ajang didirikan oleh Pater Wihelmus Janssen, SVD.Pastor asal Jerman ini dipercaya menjadi Pastor Paroki pertama sejak tahun 1927 hingga tahun 1931.
Pada masa kepemimpinannyalah, gedung Gereja Santa Theresia Lengko Ajang didirikan.
Gedung Gereja ini memiliki lima kubah atau candi yang di atasnya lengkap dipasang salib.
Gereja tua yang bercandi lima dibangun dengan arsitektur Neo Gothic Eropa yang dimodifikasi budaya setempat yang terlihat dari salah satu candi/kubahnya (kubah utama) didesain dari jejaring laba-laba ala rumah gendang Manggarai Raya.
Dalam upaya menyelesaikan bangunan bersejarah yang memiliki panjang 25 meter, lebar 12 meter dan tinggi 18 meter itu, Pater Wilhelmus Jansen, SVD menggandeng Pemerintah Kedaluan Congkar waktu itu di bawah pimpinan Dalu Frans Santur (alm) dan seluruh elemen umat/warga.
Gereja bersejarah ini didirikan di atas lokasi yang saat itu berawa yang sudah disulap oleh warga setempat sehingga bisa dijadikan lokasi bangunan gereja.
Gedung Gereja Tua Lengko Ajang dirancang dengan arsitektur Gothic Neo Eropa yang memiliki nilai seni yang tinggi dan dimodifikasi dengan unsur budaya setempat.
Gereja tua lengko ajang memiliki lima candi/kubah di mana di atas setiap candi ada salibnya. Bangunan atap pada candi utama gereja menyerupai atap rumah adat dan lodok lingko (kebun komunal) dalam tradisi pembagian tanah atau ladang di kalangan orang manggarai raya yang menyerupai sarang laba-laba.
Arsitektur modifikasi Gothic Neo Eropa dan rumah adat ini membuat Gereja Tua Lengko Ajang mewariskan banyak nilai, dan membuat siapa saja yang mengunjunginya atau melihatnya bikin jatuh cinta dan menyayanginya.
Para Pastor Paroki Lengko Ajang
Selama usia 99 tahun Paroki Santa Theresia Lengko Ajang dipimpin oleh belasan pastor paroki di antaranta RP. Wilhelm Janssen, SVD. Pater Janssen kelahiran Jerman 19 Februari 1893 dan wafat di Lengko Ajang 19 Oktober 1960.
Pastor Paroki berikutnya Petrus de Graaf, SVD asal Belanda (1960-1973), RP. Alo Mitan, SVD asal Sikka (1973-1984); RP. Bernadus Jebabun, SVD(1984-1998), RP. Adam Satu, SVD; RP. Lukas Larun, SVD; RP. Remi Thaal, SVD; RP. Paulus Barekama, SVD; RP. Rafael Mesi, SVD; RP. Piter Due, SVD, dan saat ini dipimpin Pater Stanis, SVD.*
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










