MAUMERE, FLORESPOS.net-Pelaksanaan Nusra Youth Day (NYD) III di Maumere akan berlangsung sejak tanggal 1 Juli hingga 5 Juli 2026 dengan mengusung tema “Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa”.
Jumlah peserta yang hadir hingga upacara pembukaan Kamis (3/7/2026) sebanyak 837 peserta diluar dari pendamping dan komisi kepemudaan dari 9 keuskupan yang juga hadir.
“Keuskupan Ruteng tiba paling terakhir dan semua peserta kami tempatkan di 17 titik di Paroki Nita dimana mereka menginap di rumah-rumah warga,” sebut Ketua Panitia Nusra Youth Day III, Adrianus Firminus Parera, Kamis (2/7/2026).
Adrianus mengatakan, peserta terbanyak yakni Orang Muda Katolik (OMK) dari Keuskupan Maumere yang berjumlah 445 orang disusul Keuskupan Agung Ende sebanyak 94 peserta.
Keuskupan Larantuka sebanyak 73 peserta, Keuskupan Ruteng sebanyak 54 orang, Keuskupan Labuan Bajo berjumlah 33 orang, Keuskupan Weetabula berjumlah 32 orang, Keuskupan Atambua dan Denpasar masing-masing 28 orang.
“Para peserta datang tanggal 1 Juli dan pulang tanggal 6 Juli 2026.Meskipun pulang di atas tanggal 6 para peserta tetap dijamin agar merasa aman dan nyaman,” ungkapnya.
Adrianus menjelaskan, karena kegiatan ini merupakan kegiatan orang muda maka sifatnya lebih sedikit kreatif dimana Jumat (3/7/2026) akan diisi dengan ziarah kreatif dan Ngobrol Pintar (Ngopi) bersama para uskup.
Untuk peserta yang akan menuju Paroki Bola nantinya akan bersama Uskup Agung Kupang sementara peserta yang akan berkegiatan di Paroki Magepnada bersama Uskup Larantuka dan Paroki Lela bersama Uskup Labuan Bajo.
“Ada seminar di Ritapiret yang akan berlangsung pada hari Sabtu (4/7/2026) dengan pembicara utama Uskup Agung Ende dan Romo Patris Alegro serta Romo Paskalis Saturnus,” terangnya.
Adrianus melanjutkan, Sabtu (4/7/2026) akan ada pentas seni dimana dari 9 keuskupan akan menunjukan pesona mereka masing-masing dan menunjukan inilah kami orang muda.
Selanjutnya pada hari Minggu (5/7/2026) akan ada misa penutupan yang lokasinya pun tetap di Gelora Samador Maumere yang juga diikuti oleh seluruh peserta dan umat Katolik di Maumere.
“Dunia ini tidak sedang baik-baik saja dan sadar atau tidak sadar kita berada pada panggung peradaban modern yang bergerak begitu cepat yang oleh para ahli dikatakan masuk pada era VUKA,” tuturnya.
Era VUCA kata Adrianus, tantangan pertama yakni Volatility (volatilitas) dimana gejolak perubahan yang begitu cepat dan tantangan kedua yakni Uncertainty (ketidakpastian) yang tinggi.
Tantangan ketiga yakni Complexity (kompleksitas) kerumitan masalah yang saling bertautan dan tantangan keempat yakni Ambiguity (ambiguitas) atau kebingungan arah.
“Kita smeua berada pada titik ini di saat ini.Oleh karena itu kami memandang dan meyakini bahwa kegiatan Nusra Youth Day kali ini harus menjawabi tantangan VUCA ini,” ungkapnya
Untuk itu sebut Adrianus, materi yang disampaikan nara sumber dalam seminar harus menjawabi permasalahan ini dan remaja kita saat ini adalah remaja yang harus berani, beriman dan melayani.
Ia mengatakan, dengan seminar ini diharapkan agar orang muda bukan mengikuti acara ini saja tetapi outputnya ada perubahan sikap yang luar biasa menghadapi tantangan yang bergerak begitu cepat. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










