Air Mata di Hari Fitri, Pesan Langit untuk Berbakti Sebelum Terlambat - FloresPos Net

Air Mata di Hari Fitri, Pesan Langit untuk Berbakti Sebelum Terlambat

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 17:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Ribuan umat Islam di Maumere menjalankan Shalat Ied dalam rangka hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Umum Kota Baru, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kotbahnya, H. Al Amin, S.H Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka mengatakan, “hari ini di tempat yang mulia ini, rasa haru dan bahagia tumpah menjadi satu,”

“Tetes air mata kita pagi ini adalah campuran antara rasa syukur bisa berkumpul bersama keluarga, namun juga tetesan penyesalan,” ujar Al Amin dalam kotbahnya, Sabtu (21/3/2026).

Dalam kotbah yang berjudul “Air Mata di Hari Fitri, Pesan untuk Berbakti Sebelum Terlambat” dirinya mengatakan, ditengah gema takbir yang bersahutan, terselip wajah-wajah yang tertunduk lesu, merenungi sisa-sisa kenangan.

Ia berucap, ada mata yang menangis sunyi, teringat pada sosok-sosok terkasih yang pada lebaran lalu masih berjabat tangan dengan erat, masih mendekap tubuh kita dengan hangat.

Namun kini sebut pejabat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Magepanda ini, raga mereka telah sunyi di bawah gundukan tanah, mendahului kita menghadap Sang Pencipta.

Baca Juga :  Simak Pernyataan Kapolres Sikka dan PMKRI Maumere Saat Demo di Depan Mapolres Sikka

“Betapa perih hati seorang anak yang merayakan lebaran tanpa lagi melihat guratan senyum ibu bapaknya. Mengalir deras kerinduan saat mengenang detik-detik terakhir memohon restu, di mana tangan mereka masih bisa kita cium, di mana bau keringat perjuangan mereka masih bisa kita hirup,” ujarnya.

Namun kini, kata Al Amin, semua itu hanyalah ingatan yang terikat kencang oleh rasa sesal, “Mengapa dulu saat mereka ada, aku sering melupa?, mengapa saat mereka bicara, aku justru membantah?”.

Dia menyebutkan, kini hanya untaian doa yang menjadi jembatan kerinduan. Semoga Allah mengumpulkan kita kembali di surga-Nya nanti, di tempat di mana tak ada lagi kata perpisahan yang menyakitkan.

Akan ada suatu saat, orang tua akan berpisah dengan kita, andai malaikat maut menjeput, andai orang tua telah menjadi mayat, kita tak lagi mendengar suaranya, gurauannya, nasihatnya, dan doa restunya.

“Andai orang tua kita sudah dibungkus kain kafan, kita tak bisa lagi membawa oleh-oleh kesukaannya, tidak bisa lagi memijat kakinya, tidak bisa lagi mencium tangannya, memeluk hangat tubuhnya,” tuturnya.

Al Amin menambahkan, andai kata orang tua sudah diusung ke pekuburan, dimasukkan ke liang lahat, ketika tanah mulai menimbun, itulah saat terakhir kita melihat jasadnya.

Baca Juga :  Universitas Bina Nusantara Jakarta Buka Perpustakaan Digital di Manggarai Raya

Ia mengatakan, sesudah itu hanya tinggal nisan yang bisa kita raba yang tersisa hanya penyesalan, mengapa selagi ada disia-siakan.

Sambungnya, ketika sampai ke rumah, kamarnya telah kosong, hanya tinggal foto dan pakaian yang tergantung di dinding serta kepedihan, mengapa ketika ada disia-siakan.

Dirinya menekankan,mengapa kita tak memiliki waktu untuk membahagiakan dan selagi mereka masih ada, jangan sia-siakan mereka,berbaktilah sebaik-baiknya,

“Saat pulang ke rumah, temui mereka, duduk di hadapannya, ambil tangannya, cium, Raba tangan kulit yang kasar karena kerja keras,” ucapnya.

Al Amin menegaskan, sungguh beruntunglah seseorang yang telah diberi kesempatan hidup bersama ibu bapaknya, sebab dengannya itu dapat mengantarkan dia ke surga selama dia mampu berbakti kepadanya.

Namun kata dia, celakalah orang yang memiliki ibu bapak namun tidak dijadikannya sebagai jalan untuk berbakti.

“Pesan orang terdahulu, seorang ibu mampu merawat sepuluh anak, tapi sepuluh anak belum tentu bisa merawat seorang ibu,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Bupati Sikka Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 850 Kilogram di Masjid Baiturrahman Nangahure Bukit
Empat Pesan Gubernur NTT Terkait Idul Adha 1447 Hijriah
Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar
Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas
Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic
Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli
Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan
Yonif TP 834/Wakanga Mere Resmi “Masuk Rumah” di Nagekeo Lewat Upacara Adat
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:43 WITA

Bupati Sikka Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 850 Kilogram di Masjid Baiturrahman Nangahure Bukit

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:57 WITA

Empat Pesan Gubernur NTT Terkait Idul Adha 1447 Hijriah

Senin, 25 Mei 2026 - 08:12 WITA

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:05 WITA

Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:03 WITA

Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Empat Pesan Gubernur NTT Terkait Idul Adha 1447 Hijriah

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:57 WITA

Opini

Mesin Tak Boleh ‘Memutuskan Hidup dan Mati’

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:56 WITA