Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Kemenko Pangan dan BPOLBF Dorong Ketahanan Pangan Destinasi - FloresPos Net

Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Kemenko Pangan dan BPOLBF Dorong Ketahanan Pangan Destinasi

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kementerian Koordinator Bidang Pangan bekerja sama berkolaborasi Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar Sunset Dialogue bertema “Food Forest dari Lanskap Wisata Menuju Lanskap Ketahanan Pangan” di Natas Parapuar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (29/7/2026).

Dialog ini menjadi ruang bagi lintas sektor untuk membahas integrasi ketahanan pangan, diversifikasi pangan lokal, konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Sunset Dialogue ini juga merupakan bagian dari rangkaian Kunjungan Kerja Monitoring Implementasi Ketahanan Pangan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Kabupaten Manggarai Barat.

Sebelum pelaksanaan dialog, kegiatan diawali dengan penanaman pohon secara simbolis di kawasan Parapuar sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan sekaligus penguatan konsep food forest.

Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi Mangga Miyazaki, Mangga Nam Dok Mai, Mangga Agrimania, Mangga Kiojay, Jambu Black Diamond, Alpukat Aligator Jumbo, dan Sawo Jumbo Thailand.

Penanaman ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun lanskap yang produktif, bernilai ekologis, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.

Pemilihan kawasan Parapuar sebagai lokasi penyelenggaraan Sunset Dialogue memiliki makna strategis. Sebagai kawasan otoritatif BPOLBF yang dikembangkan dengan konsep Ethno-Eco-Edu-Culture-Nature Conservation, Parapuar diarahkan menjadi model destinasi yang memadukan pelestarian alam, penguatan budaya, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pengembangan konsep food forest di kawasan ini diharapkan menjadi contoh bagaimana lanskap pariwisata dapat sekaligus berfungsi sebagai ruang konservasi, sumber pangan lokal, sarana edukasi, serta penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Sekretaris Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dirhansyah Conbul, menegaskan bahwa seluruh program pemerintah harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat di tingkat tapak.

Baca Juga :  Berusaha di Mabar, Dinas Penanaman Modal Dorong Investor Daftar Melalui OSS

“Satu hal yang menjadi catatan adalah bahwa apa pun yang kita lakukan dalam program pemerintah, utamanya harus memberikan manfaat bagi masyarakat secara lebih luas di tingkat tapak. Bagaimana nanti masyarakat, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat ini, mendapatkan manfaat langsung dari upaya kita mengangkat pangan lokal berbasis hutan menjadi sumber pendapatan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat menjadi lebih baik. Apalagi jika selama ini fokusnya hanya pada pariwisata, ternyata ada juga produk sampingan dari usaha yang terkait dengan pangan.” ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan pangan lokal berbasis hutan dapat menjadi alternatif sumber ekonomi baru yang berjalan berdampingan dengan sektor pariwisata sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sementara itu, Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Mochamad Saleh Nugrahadi, menilai Manggarai Barat memiliki potensi besar dalam mengembangkan komoditas pangan lokal yang bernilai ekonomi tinggi melalui pendekatan food forest.

“Ke depan Labuan Bajo juga bisa dipopulerkan dan potensi pangan lokal ini didorong, termasuk untuk kesejahteraan masyarakat dari food forest. Karena kita tahu bahwa hutan kita ini sangat kaya, banyak sekali produk-produk yang memang penuh manfaat. Seperti moringa atau kelor di NTT kualitasnya sangat baik. Tinggal bagaimana produksi dan hilirisasinya diperkuat agar memberikan nilai tambah yang lebih besar,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa hilirisasi produk pangan lokal menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat, sehingga potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, mengatakan bahwa sebagai Destinasi Prioritas Nasional, pembangunan Labuan Bajo harus mampu mengintegrasikan sektor pariwisata dengan ketahanan pangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Baca Juga :  Hubertus Bahagia Dapat Remisi Bebas

“Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan pariwisata tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui konsep food forest, kita menghubungkan pengembangan destinasi dengan ketahanan pangan, sehingga pelestarian lingkungan, pemanfaatan pangan lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan secara beriringan. Inilah wujud pembangunan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Andhy.

Ia menambahkan bahwa BPOLBF terus mendorong Parapuar menjadi model bagi penerapan konsep Ethno-Eco-Edu Tourism, di mana kawasan ini tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran mengenai konservasi, keanekaragaman hayati, pengembangan pangan lokal, serta pemberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, Parapuar diharapkan dapat menjadi model pembangunan destinasi yang mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Barat, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Manggarai Barat, peserta Floratama Academy 2026, pelaku UMKM, serta perwakilan dari Persemaian Modern Satar Kodi, Labuan Bajo.

Penyelenggaraan Sunset Dialogue diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan model pembangunan yang mengintegrasikan ketahanan pangan, konservasi, dan pariwisata berkelanjutan.

Melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat, konsep food forest di Parapuar diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan destinasi wisata yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan di Indonesia. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Ketua AMAN Sebut MBG dan KDMP Program Positif Pemerintah Namun Lemah Penerapan di Daerah
Memprihatinkan, Jalan Kampung Wae Sambi Manggarai Barat
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Rabu, 4 November 2026 - 11:47 WITA

Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen

Berita Terbaru