KUPANG, FLORESPOS.net-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 8 Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang mendampingi UMKM Seafood Pariti membangun identitas merek dan pemasaran digital.
“Kegiatan berlangsung pada 19-31 Juli 2026 di Taman Tagepe, Kupang. Sebanyak 15 mahasiswa terlibat dalam pendampingan ini. Mereka menghasilkan 3 desain logo, 3 banner promosi, dan 10 konten media sosial,” kata Hendrikus Loe, Koordinator Perlengkapan dan Publikasi KKN dalam rilis yang diterima Florespos.net, Kamis (30/7/2026).
Mahasiswa juga membuatkan akun platform, Instagram Tiktok, dan juga Otomatisasi Pencatatan Keuangan Pada UMKM Seafood Pariti Berbasis Google Sheets Menggunakan Telegram AI ChatBot, dan melatih pemilik usaha mengelola secara mandiri.
Seafood Pariti menjual produk utama, Nasi Udang, Nasi Ayam, Seafood Komplit. Usaha ini berjalan melayani pengunjung Taman Tagepe dan sekitarnya pada sore hari.
Hendrik Loe bilang, promosi usaha selama ini hanya mengandalkan informasi dari mulut ke mulut. Usaha itu juga belum punya logo dan kemasan bertanda pengenal.
Mahasiswa memulai kegiatan dengan observasi lapangan dan wawancara pemilik usaha. Dari situ mereka memetakan proses produksi, cara pemasaran, dan kendala harian. Hasil pemetaan menjadi dasar penyusunan program pendampingan.
Ketua Kelompok 8, Fatima Susiana Rusman menjelaskan tim memilih branding sebagai fokus utama setelah observasi lapangan.
“Waktu observasi, kami kaget karena usaha ini punya pembeli tetapi tidak punya logo sama sekali. Orang datang karena sudah tahu tempatnya, bukan karena mengenal mereknya,” katanya.
Dosen Pembimbing Lapangan, Alfry Aristo Jansen Sinlae, S.Kom., M.Cs., menilai kegiatan ini melatih mahasiswa menghadapi kebutuhan nyata.
“Mahasiswa Ilmu Komputer sering berhenti di teori dan tugas kelas. Di sini mereka menghadapi klien sungguhan dengan kebutuhan sungguhan,” ujarnya.
Pemilik UMKM Seafood Pariti, Diky Imanuel Kolle, mengaku merasakan perubahan setelah pendampingan.
“Dulu pembeli tahu dari cerita orang saja. Sekarang ada yang datang bilang lihat dari Instagram dan juga Tiktok,” katanya. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










