Dampak Positif Pembukaan Kembali Bandara Frans Seda Maumere yang Tutup Akibat Abu Vulkanik Lewotobi Laki-laki - FloresPos Net

Dampak Positif Pembukaan Kembali Bandara Frans Seda Maumere yang Tutup Akibat Abu Vulkanik Lewotobi Laki-laki

- Jurnalis

Senin, 22 Januari 2024 - 11:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Hanisang dan Margareta Chelin Toja

ERUPSI Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebabkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.

Abu vulkanik dan material piroklastik dari pusat-pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki mengancam kesehatan masyarakat sekitarnya dan keselamatan penerbangan, termasuk Bandara Frans Seda Maumere, di Kabupaten Sikka.

Otoritas Bandara Frans Seda Maumere memutuskan menutup sementara selama sepekan penerbangan dari dan ke bandara tersebut demi keamanan semua pihak.

Evaluasi dan Pemantauan

Selama periode penutupan, tim ahli dan petugas pemantauan terus memantau aktivitas gunung berapi Lewotobi Laki-laki. Mereka melakukan pemantauan visual, analisis data seismik, dan pengukuran kualitas udara di sekitar bandara.

Baca Juga :  Korupsi dalam Pengelolaan Dana Desa: Menguak Modus dan Solusi

Hasil pemantauan ini menunjukkan penurunan signifikan dalam aktivitas vulkanik dan tingkat keamanan yang memadai untuk membuka kembali bandara.

Setelah dilakukan evaluasi dan pemantauan yang intensif, otoritas Bandara Frans Seda Maumere dan pihak berwenang memutuskan membuka kembali bandara ini.

Keputusan ini diambil setelah memastikan bahwa kondisi di sekitar bandara telah aman dan tidak ada ancaman langsung terhadap keselamatan penerbangan.

Langkah-langkah Keamanan yang Dilakukan

Sebelum membuka kembali Bandara Frans Seda Maumere, otoritas bandara mengambil langkah-langkah keamanan yang ketat. Mereka membersihkan landasan pacu dan area terminal dari abu vulkanik yang terendap.

Selain itu, mereka juga telah memastikan bahwa sistem navigasi dan komunikasi bandara berfungsi dengan baik.

Pihak berwenang juga telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk memastikan bahwa protokol keselamatan penerbangan diikuti dengan ketat.

Baca Juga :  Dampak Abu Vulkanik, Peternak di Lereng Gunung Lewotobi Kesulitan Pakan

Dampak dan Manfaat Pembukaan Kembali Bandara

Pembukaan kembali Bandara Frans Seda Maumere setelah penutupan sepekan memiliki dampak positif yang signifikan.

Pertama, ini akan memungkinkan transportasi udara kembali normal, yang akan memfasilitasi pergerakan orang dan barang ke dan dari Maumere.

Kedua, ini akan mendukung sektor pariwisata di daerah tersebut, karena banyak wisatawan yang mengandalkan penerbangan untuk mengunjungi destinasi wisata di sekitar Maumere.

Terakhir, ini juga akan memberikan kepastian kepada masyarakat lokal dan pelaku bisnis bahwa situasi telah kembali normal dan aktivitas ekonomi dapat berjalan seperti biasa. ***

Penulis: Mahasiswi Prodi  PBSI Universitas Muhammadiyah Maumere, NTT

Berita Terkait

Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)
Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata
Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan
Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)
Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain
Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:01 WITA

Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi

Kamis, 17 September 2026 - 19:19 WITA

Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 13:14 WITA

Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan

Kamis, 17 September 2026 - 11:28 WITA

Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

Berita Terbaru