Tentu ini reaksi wajar dari para siswa dan bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan vendor makanan yang menyediakan MBG untuk siswa.
Ketika kita berbicara tentang program MBG yang digagas oleh pemerintah yang telah dilaksanakan, maka kita juga perlu untuk memperhatikan proses dari memasak menu MBG itu sampai bisa dimakan atau disantap oleh anak-anak di sekolah.
Perhatian akan gizi yang baik, kebersihan dan sanitasi tempat pengolahan MBG itu, cita rasa dari MBG sehingga membuat anak-anak suka untuk menyantap makanan, food waste yang mungkin terjadi dan juga kelompok terpinggirkan yang terdampak dari program MBG ini.
Hemat penulis, ada beberapa hal penting yang terlewatkan dan terlupakan dari program MBG ini.
Pertama, kebersihan, sanitasi dan juga cita rasa makanan. Pakar kesehatan Profesor Tjandra Yoga Aditama menyoroti hal ini dan meminta pihak sekolah dan pemerintah untuk memastikan kebersihan dan sanitasi makanan demi cegah penyebaran penyakit kesehatan dalam program MBG.
Penting untuk memperhatikan sanitasi tempat pembuatan MBG untuk siswa. Tempat tersebut juga harus bersih sehingga proses memasak makanan dan makanan yang dihasilkan terjamin kualitasnya bukan hanya gizi tetapi juga kebersihan.
Tentu jika kebersihan, sanitasi tidak diperhatikan akan berdampak tidak baik untuk kesehatan siswa. Lebih lagi perlu juga memberikan cita rasa agar makanan yang disajikan tidak hambar.
Tentu kita menginginkan agar MBG dapat disantap oleh siswa sehingga gizinya bisa diserap oleh tubuh siswa. Memberi sedikit rasa tentu akan membuat siswa lebih lahap sehingga tidak membuang atau menyisakan makanan yang sudah disediakan.
Kedua, food waste atau makanan sisa dan sampah. Masalah sampah saat ini masih perlu untuk mendapatkan perhatian lebih juga dari pemerintah.
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










