Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa - FloresPos Net

Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Yayasan Payung Perjuangan Humanis (Papha) Indonesia menggandeng Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) melaksanakan kegiatan workshop terkait pemberitaan masalah kesehatan jiwa dan meningkatnya kasus mengakhiri hidup di Kabupaten Sikka.

Workshop juga melibatkan pihak dari Dinas Kesehatan kabupaten Sikka, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka serta relawan dari Kelompok Kasih Insanis dan Yayasan Abdi Kasih.

“Kita berusaha untuk menyikapi meningkatnya kasus mengakhiri hidup di Kabupaten Sikka yang cenderung tinggi dimana tahun lalu saja ada 13 kasus di Kabupaten Sikka,” sebut Titon Nau, Officer Project Yayasan Papha Indonesia, Selasa (9/6/2026).

Titon mengatakan, pihaknya kuatir bahwa pengaruh informasi dari media memberikan dampak yang besar baik positif dan negatif terhadap kasus-kasus mengakhiri hidup di Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  Desa Langir Tetapkan Revisi Perdes Tentang Penyelesaian Masalah Adat

Pihaknya berinsisiatif mengundang awak media dan pihak-pihak yang peduli kesehatan jiwa untuk bersama -sama mengatasi ini termasuk juga dampak pemberitaan dari media sosial terhadap kasus ini.

“Peran media sangat penting untuk mendukung berbagai upaya preventif termasuk memebrikan edukasi terkait dengan permasalahan kesehatan jiwa,” ungkapnya.

Titon mengakui di Kabupaten Sikka awak media sudah banyak yang menulis berita tentang kasus mengakhiri hidup sesuai dengan kaidah yang dikeluarkan oleh Dewan Pers.

Baca Juga :  Kolaborasi Para Pihak Diharapkan Tekan Laju Penularan HIV/AIDS di Manggarai Barat

Ketua AWAS Mario W.P.Sina juga mengakui kerjasama antara Yayasan Papha dengan AWAS dalam mengadakan kegiatan workshop yang sudah berlangsung selama 2 kali sangat membantu awak media dalam pemberitaan terkait masalah kesehatan jiwa.

Mario mengakui tantangan saat ini bukan saja dari media massa tetapi media sosial dimana ketika terjadi kasus mengakhiri hidup, akun-akun memposting informasi di media sosial secara gamblang tanpa ada sensor.

“Kalau teman-teman media di Sikka banyak yang sudah mentaati pedoma pemberitaan dari Dewan Pers terkait berita kasus-kasus mengakhiri hidup berkat seringnya kegiatan bersama Yayasan Papha,” ungkapnya.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende
Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’
John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah
Djafar Achmad Temui Direktur Utama PT Pelindo Bicara Soal Perhatian ke Pensiunan Pelabuhan se Indonesia
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WITA

Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:19 WITA

PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:37 WITA

Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’

Berita Terbaru

Opini

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WITA

Opini

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:10 WITA