Mario meminta agar Dinas Kominfo Sikka bisa menggandeng admin media sosial untuk memberikan pemahaman terkait berita-berita kasus mengakhiri hidup yang layak diposting.
Dirinya juga menyoroti tidak tersedianya psikiater di Puskesmas-Puskesmas di Kabupaten Sikka, keterbatasan obat untuk pasien kesehatan jiwa serta anggaran yang minim untuk penanganan kesehatan jiwa.
“Selain minimnya anggaran,Dinas Kesehatan juga hanya memiliki dua psikiater saja yang bertugas di rumah sakit sementara di Puskesmas-Puskesmas tidak tersedia psikiater,” ujarnya.
Awak media juga hampir semua menyoroti share berita dari Humas Polres Sikka terkait kasus mengakhiri hidup yang terlalu vulgar dan dikutip oleh bukan saja awak media di Sikka tapi juga di tempat lain.
Mereka berharap agar pemahaman terkait pemberitan kasus-kasus ini juga diberikan kepada Humas Polres Sikka agar informasi yang disampaikan bisa sesuai dengan kaidah pemberitaan yang sepantasnya.
“Admin media sosial terutama grup facebook di Kabupaten Sikka dengan anggota terbanyak juga perlu diberikan penyadaran sehingga bisa menyaring postingan terkait kasus mengakhiri hidup,” pinta Tovik Koban wartawan TV One.
Tian dari KKI juga menyoroti perlunya dicari akar dari permasalahan meningkatnya kasus mengakhiri hidup di Kabupaten Sikka dimana di tahun 2026 saja hingga bulan Juni sudah ada sekitar 6 kasus.
Tian juga menyoroti ketiadaan obat di fasilitas kesehatan seperti di Puskesmas bagi pasien kesehatan jiwa dan pihaknya pun sering membantu biaya sesuai kemampuan untuk membeli dan membagikannya kepada pasien gangguan jiwa.
“Setiap bulan kami selalu membantu membelikan obat bagi pasien kesehatan jiwa namun tentunya sesuai kemampuan kami.Butuh kerjasama dan kepedulian semua pihak untuk mengatasi meningkatnya kasus mengakhiri hidup dan masalah kesehatan jiwa di Kabupaten Sikka,” ucapnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sikka Sensilus mengakui pihaknya kesulitan untuk melakukan kontrol terhadap media sosial.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Anton Harus
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










