Satu-Satunya di NTT Capaian PAD Manggarai Barat Melampaui Target, Gubernur Minta ASN Bergerak - FloresPos Net

Satu-Satunya di NTT Capaian PAD Manggarai Barat Melampaui Target, Gubernur Minta ASN Bergerak

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 14:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) merupakan satu-satunya daerah dari 21 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang target Pendapatan Asli Daerah (PAD)nya bisa tercapai di tahun 2025.

Kota Kupang itu 100%-nya di Bapenda, Pasistennya. Bapendanya 100%, tapi keseluruhan total targetnya tidak tercapai. Dia 8 bulan persen tadi.

Hal ini disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat kegiatan sarasehan nasional obligasi daerah di Maumere yang dihadiri para bupati, wakil walikota dan ketua DPRD dari berbagai kabupaten dan kota di NTT.

“Tidak ada satu pun kabupaten dan kota di NTT yang mencapai target PAD kecuali Manggarai Barat yang bisa mencapai target sekitar 110 persen,” sebut Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Kamis (12/2/2026).

Laka Lena mengatakan, saat dirinya bertemu Bupati Manggarai Barat di Labuan Bajo tanggal 30 Desember 2025 dirinya disampaikan bahwa pencapaian PAD sudah hampir mendekati 100 persen.

Dirinya mengatakan kepada Bupati Manggarai Barat bahwa masih ada waktu satu hari sehingga bisa dikejar kekurangan Rp100 juta biar di NTT ada satu kabupaten yang bisa tercapai target PAD-nya.

Baca Juga :  Ombudsman NTT Pantau Kesiapan Mudik Bandara El Tari Kupang Pastikan Layanan Disabilitas dan Kelompok Rentan

“Ternyata bisa. Dia kerja satu hari itu di akhir Desember, dapat kira-kira mencapai Rp600 juta. Dan akhirnya Manggarai Barat satu-satunya yang tembus PAD di atas 100 persen,” ungkapnya.

Laka Lena mengatakan di tengah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat,daerah juga perlu dana untuk melaksanakan pembangunan sehingga ada yang meminjam di PT.SMI,di Bank NTT dan lembaga keuangan lainnya.

Dirinya berharap birokrasi di kabupaten dan kota serta provinsi agar bersama-sama berpikir untuk mencari dana dengan meningkatkan PAD di wilayah masing-masing.

Dahulu NTT selalu bersyukur semua anggaran 90 persen lebih berasal dari pemerintah pusat dimana dulu kita bicara sebagai provinsi yang dianggap tidak punya apa-apa dan kemudian tadah tangan dan pusat kasih uang.

“Situasinya sekarang ini kita juga harus bisa kembangkan potensi kita dengan sumber daya yang kita miliki,” ungkapnya.

Laka Lena menyebutkan, saat ini daerah tanpa kecuali mengalami penyesuaian anggaran atau bahasanya itu pemotongan anggaran yang menyebabkan semua harus memutar otak agar bisa membiayai pembangunan, terutama janji-janji kampanye.

Baik janji kampanye kepala daerah maupun janji kampanye para legislator, anggota DPRD baik kabupaten dan kota maupun provinsi NTT untuk bangun ini dan bangun itu,buat ini dan buat itu kalau terpilih.

Baca Juga :  Kasatker PJN IV Imbau Warga Agar Tidak Buka Lapak Jualan di Bahu Jalan Negara Trans Flores

“Ketika kampanye pergi disini ada masalah apa, siap kita kerjakan. Semua siap semua. Waktu terpilih baru pusing semua.Kepala Daerah pusing, DPRD juga pusing, Kalau yang paling aman itu pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ungkapnya.

Laka Lena mengatakan OPD aman karena mereka tidak dipilih rakyat sehingga siapapun pemimpinnya pokoknya mereka tetap di posisi tersebut sehingga yang berpikir keras ini sekarang adalah pimpinan daerah dan DPRD.

OPD sebenarnya juga harus dipaksa berpikir keras sebab selama ini mereka nyaman saja dan hanya menggunakan uang saja sehingga sekarang harus berpikir bagaimana mencari uang baru digunakan.

Laka Lena menegaskan agar para OPD sesuai pesan Presiden Prabowo saat Rakornas mulai bergerak mengikuti para politisi yang lagi bergerak, ikut dengan para kepala daerah, ikut DPRD.

“Kalau birokrasi tidur, kita semua tidur karena penentu pergerakan ada di mereka juga.Birokrasi sudah saat bergerak bersama kepala daerah dan DPRD agar bisa mencari dana untuk membangun daerah,” pintanya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores
47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional
Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan
Anak Usia Sekolah Dominasi Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Ende, Satlantas Lakukan Ini
Berita ini 171 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:02 WITA

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:58 WITA

47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WITA

Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:57 WITA

Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama

Berita Terbaru

Advertorial

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:02 WITA