Oleh: Ebed de Rosary
SEPANJANG perjalanan menuju Desa Adobala, Kecamatan Kelubagolit, hamparan kebun kelapa membentang di kedua sisi jalan raya. Bisa dikatakan, Pulau Adonara identik dengan kelapa karena hampir setiap warga berprofesi sebagai petani kelapa.
Pulau Adonara bisa dikatakan sebagai penyumbang terbesar produksi kelapa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk ukuran kabupaten dan kota di NTT, Kabupaten Flores Timur merupakan produksi kelapa terbesar dan sebagian besar di supply dari Pulau Adonara.
Data BPS NTT menyebutkan, tahun 2025 produksi kelapa Kabupaten Flores Timur mencapai 18.639,13 ton disusul Kabupaten Sikka sebesar 13.625,34 ton dan Kabupaten Ende berjumlah 8.969,78 ton.
“Banyak kelapa dari Pulau Adonara dibeli dan dibawa ke Maumere, Kabupaten Sikka termasuk kopra dan arang dari tempurung kelapa,” sebut Eman Waton seorang warga Larantuka.
Saat bertandang ke Pulau Adonara, terlihat beberapa mobil pick up sedang mengangkut kelapa gelondongan untuk dibawa menggunakan kapal motor dan dibawa ke Kota Larantuka.
“Kelapa tersebut akan dijual ke Maumere.Banyak pembeli yang datang ke Larantuka untuk mengambil kelapa dan dijual ke pabrik pengolahan di Maumere,” sebut Eman.
Mengolah Kopra Putih
Menjelang sore, Selasa (30/6/2026) 10 orang mama-mama dan 6 orang bapak-bapak masih setia mencungkil buah kelapa dari tempurungnya. Kelapa tersebut baru diangkat dari dalam rumah jemur atau serin disebut Rumah Energi Matahari (REM).
Setelah dicungkil dan dipisahkan dari tempurungnya, kelapa diangkut menggunakan gerobak dan disusun kembali di dalam rumah jemur beratapkan plastik Ultra Vilet (UV).
“Kami produksi kali ini 3 ribu buah. Sebelumnya 3 ribu buah tapi waktu keringnya lama sehingga kami Batasi maksimal 3 ribu buah supaya 4 atau 5 hari sudah bisa jadi kopra putih,” sebut Petronela Masi Suban, Ketua Konten Kaka Rindu.
Mama Rina sapaannya menjelaskan makna nama dari kelompoknya yang memiliki rumah produksi di ujung timur kampung Desa Adobala. Konten kata dia merupakan singkatan dari Kelompok Energi Terbarukan sementara Kaka Rindu merupakan singkatan dari nama kampung, Keba Riang Duli.
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










