Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari - FloresPos Net

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Oleh: Ebed de Rosary

SEPANJANG perjalanan menuju Desa Adobala, Kecamatan Kelubagolit, hamparan kebun kelapa membentang di kedua sisi jalan raya. Bisa dikatakan, Pulau Adonara identik dengan kelapa karena hampir setiap warga berprofesi sebagai petani kelapa.

Pulau Adonara bisa dikatakan sebagai penyumbang terbesar produksi kelapa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk ukuran kabupaten dan kota di NTT, Kabupaten Flores Timur merupakan produksi kelapa terbesar dan sebagian besar di supply dari Pulau Adonara.

Data BPS NTT menyebutkan, tahun 2025 produksi kelapa Kabupaten Flores Timur mencapai 18.639,13 ton disusul Kabupaten Sikka sebesar 13.625,34 ton dan Kabupaten Ende berjumlah 8.969,78 ton.

“Banyak kelapa dari Pulau Adonara dibeli dan dibawa ke Maumere, Kabupaten Sikka termasuk kopra dan arang dari tempurung kelapa,” sebut Eman Waton seorang warga Larantuka.

Baca Juga :  Lempang Paji Kusayang, Lempang Paji-ku Malang

Saat bertandang ke Pulau Adonara, terlihat beberapa mobil pick up sedang mengangkut kelapa gelondongan untuk dibawa menggunakan kapal motor dan dibawa ke Kota Larantuka.

“Kelapa tersebut akan dijual ke Maumere.Banyak pembeli yang datang ke Larantuka untuk mengambil kelapa dan dijual ke pabrik pengolahan di Maumere,” sebut Eman.

Mengolah Kopra Putih

Menjelang sore, Selasa (30/6/2026) 10 orang mama-mama dan 6 orang bapak-bapak masih setia mencungkil buah kelapa dari tempurungnya. Kelapa tersebut baru diangkat dari dalam rumah jemur atau serin disebut Rumah Energi Matahari (REM).

Baca Juga :  Pemda Flores Timur Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Erupsi Lewotobi Laki-laki

Setelah dicungkil dan dipisahkan dari tempurungnya, kelapa diangkut menggunakan gerobak dan disusun kembali di dalam rumah jemur beratapkan plastik Ultra Vilet (UV).

“Kami produksi kali ini 3 ribu buah. Sebelumnya 3 ribu buah tapi waktu keringnya lama sehingga kami Batasi maksimal 3 ribu buah supaya 4 atau 5 hari sudah bisa jadi kopra putih,” sebut Petronela Masi Suban, Ketua Konten Kaka Rindu.

Mama Rina sapaannya menjelaskan makna nama dari kelompoknya yang memiliki rumah produksi di ujung timur kampung Desa Adobala. Konten kata dia merupakan singkatan dari Kelompok Energi Terbarukan sementara Kaka Rindu merupakan singkatan dari nama kampung, Keba Riang Duli.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam
18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan
Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat
Dalam Pelukan Ine Maria Guadalupe
Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia
Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta
Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:49 WITA

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Senin, 6 Juli 2026 - 12:14 WITA

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:14 WITA

18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan

Senin, 15 Juni 2026 - 13:49 WITA

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:37 WITA

Dalam Pelukan Ine Maria Guadalupe

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Utang Pajak Kecamatan Komodo Manggarai Barat 18 Miliar Rupiah

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:39 WITA

Nusa Bunga

Ende Tengah dan Maukaro Amankan Tiga Poin di Laga Pertama

Selasa, 7 Jul 2026 - 19:25 WITA