Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari - FloresPos Net - Page 3

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Kelompok ini pun kini aktif mengolah tempurung kelapa menjadi arang. Harga jualnya pun bagus. Sekilo arang dari tempurung kelapa dihargai Rp13 ribu dan pembeli pun langsung datang ke desa.

Sebelumnya, bertempat di Rusun Keuskupan Larantuka, Senin (29/6/2026) dilaksanakan kegiatan mempertemukan puluhan kelompok dampingan di berbagai desa yang ada. Kegiatan mengusung tema “dari Energi Bersih Menuju Kemandirian Ekonomi”.

Diseminasi Praktik Baik

Pemanfaatan Rumah Jemur Energi Matahari, Briket dan SILC Desa Dampingan We For JET. Saat kegiatan Komunitas Langobelen Narawayong Desa Adobala raih juara 2 Penghargaan atas Pemanfaatan Energi Terbarukan melalui Rumah Energi Matahari (REM), Briket, dan SILC.

Baca Juga :  100 Hari Pertama Bupati dan Wabup Flotim, DPRD Tekankan Tingkatkan PAD dengan Kontrak Kerja OPD
Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Penghargaan diberikan kepada komunitas Energi terbarukan yang berhasil menerapkan dan mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan:

Komunitas Langobelen Narawayong berhasil mengembangkan briket tempurung kelapa dan memanfaatkan secara berkelanjutan sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan potensi lokal dan dukungan pelatihan.

Inisiatif ini memperkuat ketahanan energi masyarakat sekaligus menjadi contoh penerapan transisi energi di tingkat desa.

“Kami juga juara pertama karena melakukan penanaman kembali kelapa. Ada 1.288 pohon kelapa sudah kami tanam di kebun-kebun kami untuk peremajaan,” ungkap Mama Rina.

Baca Juga :  Pemda Flores Timur Pungut Retribusi Parkir Kendaraan di Badan Jalan

Direktur Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Melki Koli Baran menjelaskan, Transisi Energi Berkeadilan (Just Energy Transition/JET) merupakan upaya mendorong perubahan menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Ini dilakukan dengan memastikan bahwa manfaatnya dapat diakses secara adil oleh seluruh kelompok masyarakat, terutama perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Di Flores Timur,kata Melki, upaya ini tidak hanya berkaitan dengan pengembangan teknologi energi terbarukan, tetapi juga terhubung erat dengan penguatan ekonomi hijau, pelestarian lingkungan, serta peningkatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Gempa, Ketakutan, dan Misteri Sebuah Kepergian
Cinta yang Mencapai Tujuan dengan Cara yang Berbeda
Menyalakan Harapan dari Gereja KAE
‘Berlutut’ di Antara Duka
Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo
Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa
LNBM: Mandiri, Profesional dan Berdampak Bagi Masyarakat
Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:33 WITA

Gempa, Ketakutan, dan Misteri Sebuah Kepergian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:43 WITA

Cinta yang Mencapai Tujuan dengan Cara yang Berbeda

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:07 WITA

Menyalakan Harapan dari Gereja KAE

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:54 WITA

‘Berlutut’ di Antara Duka

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:03 WITA

Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Bupati Sikka Serahkan Santunan untuk Keluarga Korban Gempa Flores

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:20 WITA