Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari - FloresPos Net - Page 2

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Kelompok ini merupakan pecahan dari kelompok induk yang sudah terbentuk sejak tahun 2022. Alasannya banyak anggota memiliki ratusan pohon kelapa sehingga produksinya lebih banyak.

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Makanya, perlu dibentuk kelompok baru yang menggunakan satu rumah jemur baru. Total rumah jemur di desa ini mencapai 3 buah dan semuanya rutin berproduksi selama masa panen kelapa 3 bulan sekali.

Mama Rina mengakui dengan menggunakan rumah energi matahari, hasil produksi lebih banyak dan kualitas kopranya lebih bagus dan berwarna putih bersih atau putih susu.

Kopra yang dijemur lebih aman karena terlindung dari hujan dan ternak yang sering memakan kopra. Bila dijemur di rumah jemur energi matahari, kelapa mudah dicungkil dari tempurungnya.

Baca Juga :  Obor Mas  Raih Dekopin Award Nasional Kategori Kopdit Penyalur KUR Terbesar di Indonesia

Semua anggota terlibat mulai dari mengupas kelapa hingga dijemur menjadi kopra. Untuk kupas,bayarannya Rp3 ribu per buah. Uangnya pun ditabung di kelompok. Sementara untuk cungkil tidak ada bayarannya.

“Hanya kupas saja dibayar. Kalau cungkil, tempurung kelapanya untuk anggota kelompok. Nanti tempurung dibakar menjadi arang lalu dijual dan uangnya dibagi rata kepada semua anggota,” sebut Mama Rina.

Kopra produksi kelompok semuanya dibeli pedagang pengumpul yang datang langsung membeli di rumah jemur. Harga per kilogramnya saat ini Rp.10.700.

Baca Juga :  Kemasan Produk, Ijin dan Informasi Produk Penting Diketahui Pelaku UMKM

Mengolah Briket dan Arang

Tempurung-tempurung kelapa yang dahulunya dibuang, kini dikumpulkan dan diolah menjadi arang dan briket. Produksi briket dipergunakan anggota untuk konsumsi pribadi.

“Kami gunakan briket untuk memasak dan semua anggota menggunakannya. Keuntungannya, kita hemat uang buat beli minyak tanah dan kompor pun tidak berasap,” ucap Mama Rina.

Meski begitu, kelompok ini tidak bisa rutin lagi memproduksi briket karena mesin untuk mengolah arang menjadi tepung bantuan dari pemerintah kini diambil pemerintah desa untuk dipergunakan.

Mama Rina mengaku kini kelompoknya hanya memproduksi arang dari tempurung kelapa untuk dijual. Mereka sedang mengumpulkan dana untuk membeli mesin penampung agar bisa memproduksi briket kembali.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam
18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan
Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat
Dalam Pelukan Ine Maria Guadalupe
Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia
Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta
Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:49 WITA

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Senin, 6 Juli 2026 - 12:14 WITA

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:14 WITA

18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan

Senin, 15 Juni 2026 - 13:49 WITA

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:37 WITA

Dalam Pelukan Ine Maria Guadalupe

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Utang Pajak Kecamatan Komodo Manggarai Barat 18 Miliar Rupiah

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:39 WITA

Nusa Bunga

Ende Tengah dan Maukaro Amankan Tiga Poin di Laga Pertama

Selasa, 7 Jul 2026 - 19:25 WITA