ENDE, FLORESPOS.net-Sebanyak 18 gerai atau gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Ende, Provinsi NTT sudah rampung dibangun oleh PT Agrinas.
Data yang diperoleh oleh dari Dinas Koperasi dan UMKM Ende sebanyak 18 gerai KDMP tersebut tersebar di tujuh kecamatan.
Kecamatan Maurole ada satu KDMP, Kecamatan Ndori ada tiga KDMP, Ende Utara satu KDMP, di Kecamatan Maukaro ada dua KDMP, Nangapanda ada tiga KDMP, Kecamatan Wewaria ada empat KDMP, Detusoko satu KDMP, Wolowaru satu KDMP dan Kecamatan Ende ada dua KDMP.
Sedangkan KDMP yang sedang dalam tahap pembangunan sebanyak 121 KDMP.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Ende, Valentinus Majurutu yang dikonfirmasi Florespos.net, Rabu (1/7/2026) lalu menyampaikan meski sudah rampung namun 18 gerai tersebut belum difungsikan.
Alasan gerai tersebut belum difungsikan karena masih menunggu proses verifikasi dan validasi sesuai ketentuan pemerintah.
Sementara 121 desa dan kelurahan yang masih berada pada tahap pembangunan gedung KDMP sebanyak 32 desa dan kelurahan dalam tahap persetujuan.
Valentinus Majurutu melanjutkan 18 gerai yang telah selesai dibangun belum bisa digunakan karena harus melalui tahapan verifikasi fisik bangunan beserta kelengkapan sarana dan prasarana sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2026.
Proses verifikasi tidak hanya pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga kelengkapan fasilitas pendukung.
“Di 18 gedung KDMP itu masih ada sarana yang harus disiapkan seperti etalase, meja dan kursi, tempat tidur untuk gerai klinik, AC, serta kendaraan operasional berupa truk, pikap, dan kendaraan roda tiga”.
Seluruh sarana dan prasarana pendukung adalah tanggung jawab PT Agrinas Pangan Nusantara.
Menurutnya, seluruh proses rekrutmen dan pelatihan SPPI ditangani oleh PT Agrinas Pangan Nusantara bekerja sama dengan Kodim 1602 Ende.
“Kewenangan Dinas Koperasi hanya sebatas melakukan pendampingan, evaluasi, pengurusan perizinan, serta pembinaan dari sisi manajemen dan operasional koperasi. Untuk urusan lainnya menjadi kewenangan PT Agrinas Pangan Nusantara,” katanya.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










