MAUMERE, FLORESPOS.net-Guru adalah pilar utama dalam sistem pendidikan dimana guru adalah pembuat tembikar dan anak didik adalah tanah liatnya, guru adalah cahaya yang tak pernah padam.
Salah satu pekerjaan yang paling terhormat di dunia adalah menjadi guru dimana julukan klasik ini menekankan ketulusan guru dalam mendidik, menjadi pahlawan tanpa tanda jasa, agen pembelajaran dan ujung tombak pembentuk watak serta karakter anak bangsa.
“Dalam realitas atau kenyataan yang terjadi di tingkat lokal daerah, kehormatan dan pengabdian guru khususnya guru honorer tidak berbanding lulus dengan penghargaan yang diterima,” sebut Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sikka,Gorgonius Nago Bapa dalam rilisnya, Jumat (3/7/2026).
Us sapaannya mengatakan,Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Sikka memiliki visi besar untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, aspirasi guru dengan menjadikan suara rakyat suara guru sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan atau keputusan.
Partai Golkar kata dia, bekelja secara transparan, adil dan bebas dari praktek politik yang merugikan kepentingan rakyat,
Pihaknya mendukung pembangunan daerah dan nasional, dengan menghadirkan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial dan pemerataan pembangunan.
“Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar kabupaten Sikka selalu menempatkan dirt sebagai mitra strategis, kritis dan konstruktif. Artinya mendukung kebijakan pemerintah yang pro rakyat namur tidak segan segan mengkritisi jika terdapat hal hal yang menyimpang dari kepentingan rakyat dan guru,” tegasnya.
Us mengatakan, DPD Partai Golkar Sikka bersama Fraksi Partai Golkar yang merupakan representasi resmi Partai Golkar di MPR, DPR Rl, DPRD Provinsi NTT, DPRD Kabupaten Sikka, menjadi ujung tombak partai Golkar dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dan guru.
Wakil Katua DPRD Sikka ini menegaskan, Partai Golkar memastikan nilai-nilai politik pembangunan tetap hadir dalam setiap kebijakan,
Us Bapa menyebutkan, bagi Partai Golkar, fraksi bukan sekedar kelompok anggota formal di lembaga legislatif melainkan wadah perjuangan kolektif yang mengedepankan semangat karya kekaryaan dan pengabdian.
“Melalui Fraksi Golkar, Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Sikka memastikan bahwa suara rakyat yang diamanatkan melalui pemilu, tidak berhenti sebagai angka perolehan kursi tetapi benar benar diartikulasikan dalam kebijakan yang menyentuh kebutuhan rakyat dan guru,” ungkapnya.
Sosialisasi Empat Pilar
Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Sikka, anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sikka,anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi NTT bersama Ketua Fraksi Partai Golkar MPR Rl Melchias Markus Mekeng, menyadari bahwa kekuatan di lembaga legislasi sejatinya bersumber dari kepercayaan rakyat.
Oleh Karena itu Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar kabupaten Sikka bersama Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, turun ke daerah pemilihan secara rutin iuntuk menjalankan togas dan fungsinya, Serta mendengarkan aspirasi rakyat.
Us Bapa mengatakan, dengan kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama para gum, peserta didik di sekolah dan masyarakat unum.
Ia menjelaskan, pola pendekatan bertindak lokal dan berpikir nasional dari Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sikka, diwujudkan bersama Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Bapak Melchias Markus Mekeng melalui rangkaian kegiatan.
Pertama, Partai Golkar kata Us, menyerap aspirasi,suara di tingkat Iokal/kabupaten dengan melakukan tatap muka dan menampung keluhan secara langsung dari guru-guru honor non ASN dan guru ASN. Yang kedua, sebut dia, Partai Golkar menganalisa permasalahan utama guru honorer.
“Kami menyuarakan keluhan guru honorer ke tingkat nasional bahwa di balk pengabdian padang guru honorer masih terdapat ketidakpastian hokum dan kesejahteraan yang memprihatinkan,” ucapnya.
Us memaparkan, dari basil analisa, permasalahan utama yang menghambat kesejahteraan gum honorer adalah besamya alokasi anggaran pendidikan 20 persen dari APBN belum menyentuh guru honorer.
Ia mengatakan, masih banyak guru honorer yang menerima gaji ratusan ribu rupiah setiap bulannya.
Lanjutnya, ketidakjelasan status hukum guru honorer antara tenaga kerja dan tenaga guru sebagai pendidik yang menciptakan celah hukum dimana gum honorer tidak terlindungi oleh undang undang ketenagakerjaan dan undang-undang guru dan dosen.
“Terkesan saling lempar tanggungjawab antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait pengangkatan dan penggajian Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” ungkapnya.
Us menegaskan, ketidakadilan dalam rekrutmen ASN dan seleksi PPPK yang seringkali tidak mempertimbangkan masa bakti pengabdian secara proporsional dan hanya mengandalkan tes kognitif.
Bertindak Lokal dan Berpikir Nasional
Permasalaan guru honorer di tingkat lokal atau Kabupaten Sikka ini ditindaklanjuti oleh Ketua Fraksi Golkar MPR RI dengan melakukan diskusi lintas sektoral dan tuntutan kebijakan dalam diskusi publik bertajuk “Implementasi Hak Konstitusional Warga Negara Atas Pekerjaan dan Penghidupan Yang Layak” di Bintaro,Tanggerang, Banten.
Us menjelaskan, implementasi bertindak lokal dan berpikir nasional terhadap guru honorer di Kabupaten Sikka oleh DPD Golkar Sikka direpresentasikan oleh komitmen Ketua Fraksi Partai Golkar MPR Rl dalam menyuarakan realitas penderitaan guru honor di daerah secarah sistematis ke panggung kebijakan nasional.
“Dalam diskusi publik, bertajuk “lmplementasi Hak Konstitusional Warga Negara Atas Pekerjaan Dan Penghidupan Yang Layak” dihadiri oleh Mendikti dan Wamendikdasmen, memberikan solusi dan langkah konkrit untuk mengatasi permasalahan kesejahteraan guru honorer,” tuturnya.
Us Bapa menjelaskan, dalam diskusi direkomendasikan agar pemerintah mengevaluasi, mengapa alokasi dana pendidikan 20 persen dari APBN belum menyentuh kesejahteraan guru honorer.
Meminta penguatan standar minimal honorarium agar pendapatan para gum honor atau guru non ASN tidak berada dibawah garis standar kelayakan.
Juga kata dia, meminta penyusunan database gum honor di daerah dan nasional yang terukur dan akurat, guns menghindari ketimpangan data dan Percepatan pengangkatan gum honor menjadi PPPK yang adil dan proporsional berdasarkan mass pengabdian.
Selain itu, meminta kemendikdasmen dan kementerian keuangan agar dana transfer daerah atau schema afirmasi khusus bagi daerah yang memiliki kapsitas anggaran rendah.
“Untukmu Guruku, Gum Honor di Kabupaten Sikka, kami tidak pernah bisa cukup berterima kasih atas seluruh dedikasi, kebijaksanaan dan tanggungjawabmu,” ucapnya.
Kenaikan Tunjangan dan Insentif Guru
Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Sikka dan Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI berjuang dan berkarya, Perjuangan dan basil karya kini nyata dan membuahkan basil.
Pada hari Kamis, tanggal 11 juni 2026, Presiden RI Prabowo Subianto, menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di istana merdeka.
Us Bapa mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan komitmen pemerintah untuk mendorong kualitas pendidikan nasional melalui peningkatan kesejahteraan dan pengembangan kompetensi guru.
“Kebijakan bagi tenaga pendidik mencakup kenaikan tunjangan dan insentif guru ASN dan Non ASN dan kebijakan penyesuaian gaji dan tunjangan yaitu guru non ASN, tunjangan profesi dari Rp.1,5 juta ditingkatkan menjadi Rp.2 jura per bulan,” paparnya.
Us Bapa mengatakan, insentif untuk gum honorer /non ASN jugs mengalami kenaikan secara bertahap dan Guru ASN mendapat tambahan kesejahteraan dengan besaran setara satu kali gaji pokok.
Menurutnya, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat perlindungan dan penghargaan terhadap profesi guru.
Dia menjelaskan, mekanisme penyaluran tunjangan dan gaji disalurkan secara langsung ke rekening guru setiap bulan. Ini sebagai komitmen pemerintah menghadirkan tata kelola yang efektif dan sederhana.
DPD Partai Golkar Kabupaten Sikka menyampaikan limpah terimakasih kepada Bapak Melchias Markus Mekeng, Anggota DPR/MPR-RI yang sudah berjuang sesuai dengan tugas dan kewenangannya sebagai anggota DPR/MPR-Rl.
Mekeng kata dia, menyuarakan suara suara rakyat, suara para guru yang pads akhirnya mendapatkan tanggapan positif dari pemerintah pusat, Presiden Prabowo Subianto sehingga ada kebijakan dari pemerintah pusat melalui pengumuman yang disampaikan oleh Mendikdasmen.
“DPD Partai Golkar Kabupaten Sikka juga menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Pusat, Presiden Prabowo Subianto, Mendikdasmen untuk masyarakat Indonesia khususnya nasib para guru di Indonesia,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










