ENDE, FLORESPOS.net-Pasca gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026) lalu sejumlah elemen baik partai politik dan para donatur bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Bantuan berupa sembako dan barang kebutuhan pokok pada masa tanggap darurat kepada warga terus mengalir namun dilakukan secara sporadis dan tidak dikordinasikan dengan posko utama daerah.
Menurut informasi yang dihimpun media ini, Selasa (18/8/2026) malam dari Posko Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Kabupaten Ende hingga saat ini penyaluran bantuan oleh partai politik dan para pihak terkait tidak dikordinasikan dengan posko utama kabupaten. Bahkan data penyaluran pun tidak diberikan ke posko utama hingga hari ke empat pasca bencana.
Penyaluran bantuan secara sporadis yang dilakukan partai politik dan para pihak terkait kini disoroti. Jika dilakukan tanpa kordinasi dengan posko utama dan pemerintah maka akan berdampak lain di tengah bencana.
Mantan Ketua Forum Peduli Bencana Kabupaten Ende, Pilipus Kami kepada Florespos.net, Rabu (19/8/2026) siang mengatakan bantuan berupa sembako yang dilakukan secara sporadis ke masyarakat terdampak terkesan tidak menjawab kebutuhan masyarakat pasca bencana.
Saat kunjungan ke beberapa desa di Kabupaten Ende ia menemukan fakta tersebut.
“Saat kunjungi korban bencana di beberapa desa di Kecamatan Detusoko dan Kelimutu ditemukan pembagian bantuan yang secara sporadis dan tidak menjawabi kebutuhan masyarakat terdampak,” katanya.
Pilipus Kami mengatakan gerak cepat aksi solidaritas dari beberapa partai politik yang sudah turun menyalurkan bantuan perlu diapresiasi karena sudah membantu warga terdampak. Namun kedepannya perlu dilakukan melalui satu komando dan satu pintu agar tepat sasaran.
“Kita apresiasi langkah cepat dari beberapa partai tetapi diharapkan kedepannya seluruh bantuan kepada warga diharapkan satu pintu, satu komando dari posko kabupaten hingga desa,” kata Pilipus.
Mantan Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga ini mengatakan agar satu komando dan satu pintu maka perlu dibentuk posko tanggap darurat hingga ke desa.
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










