LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Petani Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT diajak budayakan tanam padi secara serempak. Manfaatnya antara lain dapat menekan serangan hama dan penyakit tanaman, serta meningkat produksi.
Demikian kata Kepala Bidang Penyuluhan Dan Proteksi Tanaman pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan (DTPHP) Mabar, Fransiskus Juru saat diskusi dengan pengurus dan anggota kelompok tani (Poktan) Lestari Satu, Desa Wae Wako, Kecamatan Lembor belum lama ini. Poktan Lestari 1 bagian dari daerah irigasi (DI) Lembor.
Juru dan jajarannya hadir di Poktan Lestari satu untuk mengikuti gerakan pengendalian (Gerdal) hama dan penyakit/organisme pengganggu tanaman (OPT) padi sawah di Poktan tersebut dengan menggunakan drone, seperti dilansir media ini sebelumnya.
Petani, lanjut Juru, juga diminta agar mandiri. Proaktif dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan petugas pengamat hama serta petugas pertanian lainnya untuk mendapatkan edukasi terkait dunia pertanian dari para pihak tersebut.
Albertina Muku, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan ahli muda pada bidang yang sama di DTPHP Mabar pada kesempatan itu, juga senada.
Ditambahkan, petani juga biasakan tanam jajar legowo, disamping budayakan tanam serempak dan menjadi petani mandiri. Harap petani juga bekerja kolaboratif, kreatif dan inovatif, ajak Muku.
Sarjana Pertanian yang eks guru SD 12 tahun itu juga menekankan pentingnya kerja kolaboratif para pihak terkait. Kerja sama Poktan dan PPL, Petugas Pengamat Hama/OPT, amat penting demi kebaikan bersama. Apalagi DI Lembor wilayahnya luas. Di sisi lain, jumlah petugas pengamat hama cukup terbatas, hanya 2 orang, kata Muku.
Pihak Poktan Lestari I mengungkapkan, salah satu sebab mereka sulit terapkan pola tanam serempak karena keterbatasan traktor untuk mengolah/bajak lahan sawah setempat. Hanya ada 4-5 unit traktor, tidak cukup. Jadinya antri. Juga kesulitan air irigasi.
Pihak Poktan juga minta pran aktif DTPHP Mabar, dalam hal ini petugas pengamat hama terkait pengamatan hama dn penyakit/ OPT di persawahan (DI) Lembor, termasuk Poktan Lestari 1 Wae Wako.
Pada kesempatan itu Juru dan Muku menyambut baik suara pihak Poktan Lestari 1 untuk di terus ke pemerintahan tingkat atas demi kebaikan petani. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










