Pentingnya Nutrisi Bagi Penyintas Gempa: Dokter Ingatkan Risiko Stres Jika Abai - FloresPos Net

Pentingnya Nutrisi Bagi Penyintas Gempa: Dokter Ingatkan Risiko Stres Jika Abai

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Selain luka fisik dan kehilangan tempat tinggal, dampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores juga memicu tekanan psikologis yang besar bagi para penyintas.

Para ahli kesehatan mental mengingatkan, pemenuhan gizi menjadi salah satu kunci untuk mencegah stres berkepanjangan di masa pengungsian.

dr. Kadek Rolland, Sp.KJ, Psikiater yang bertugas RSUD Aeramo menegaskan bahwa situasi bencana membuat tubuh dan pikiran berada dalam kondisi siaga terus-menerus.

“Warga membutuhkan nutrisi yang bagus untuk mencegah stres warga dengan situasi bencana seperti ini. Kalau tidak, nutrisi yang tidak tercukupi akan menyebabkan stres,” ujar dr. Kadek Rolland saat di temui di RSUD Aeramo, Rabu (19/8/2026).

Hubungan Nutrisi dan Kesehatan Mental di Masa Krisis

Menurut dr. Kadek, saat terjadi bencana, otak bekerja ekstra untuk memproses rasa takut, cemas, dan ketidakpastian. Kondisi ini menuntut energi dan zat gizi lebih banyak dari biasanya.

Baca Juga :  Kasus Kematian Prada Lucky, Ini Peryataan Resmi Kodam IX/Udayana

“Ketika seseorang mengalami stres akibat bencana, hormon kortisol meningkat. Kalau tubuh tidak mendapat asupan protein, vitamin, dan mineral yang cukup, maka daya tahan tubuh turun dan regulasi emosi jadi terganggu. Ujungnya mudah cemas, mudah marah, susah tidur, bahkan depresi,” jelasnya.

Ia menyebut kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyintas yang sudah kehilangan anggota keluarga. Tanpa makanan bergizi, mereka berisiko mengalami gangguan psikologis yang berkepanjangan.

Baca Juga :  Pemkab Mabar Dorong APBDes Tangani Rabies

“Stres karena bencana itu wajar. Tapi kalau ditambah lapar, kurang tidur, dan kurang gizi, maka stres itu bisa berubah jadi gangguan kecemasan dan trauma yang lebih berat,” tambahnya.

Menu Pengungsian Harus Lebih dari Sekadar Mengenyangkan

dr. Kadek menyarankan agar bantuan logistik di posko pengungsian tidak hanya fokus pada nasi dan mie instan. Ia mendorong adanya variasi makanan yang mengandung protein, sayur, buah, serta air minum yang cukup.

“Yang kita butuhkan di pengungsian itu bukan hanya yang mengenyangkan, tapi yang menutrisi. Ada telur, ikan, kacang-kacangan, sayur, buah. Karena itu bahan bakar untuk otak agar bisa berpikir jernih dan menjaga mood tetap stabil,” katanya.

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai
Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat Rp.237 Miliar Lebih
Pemkab Sikka dan BTN Tandatangan Kerjasama Terkait Penyediaan Jasa Layanan Perbankan
Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial
Kelurahan Onekore Dapat Bantuan 5 Unit Rumah Layak Huni dari Bupati Ende
Lepas Kontingen Popda, Bupati Sikka Berpesan Kejar Target Raih Emas
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:34 WITA

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:05 WITA

Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:18 WITA

Pemkab Sikka dan BTN Tandatangan Kerjasama Terkait Penyediaan Jasa Layanan Perbankan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:37 WITA

Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA

Nusa Bunga

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:34 WITA