MAUMERE, FLORESPOS.net-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Sikka menggelar pelatihan bagi pelaku usaha kuliner khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah terkait kemasan produk.
Dalam pelatihan ini juga disampaikan mengenai pentingnya pengurusan berbagai ijin untuk dicantumkan di kemasan termasuk juga informasi detail tentang produk yang dijual.
“Kami melatih tentang kemasan produk UMKM seperti makanan lokal, makanan oleh-oleh dan makanan siap saji dari bahan-bahan yang ramah lingkungan,” sebut Sherly Irawati Soesilo selaku instruktur pelatihan pengemasan produk kuliner lokal, Kamis (28/8/2025).
Sherly selaku Ketua Asosiasi Pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sikka (Akusikka) dalam pelatihan ini dirinya memperkenalkan kemasan menggunakan kertas.
Ia menyebutkan, kemasan penting karena terlihat pertama kali saat kita membeli makanan dan kemasan itu mendeskripsikan apa yang kita jual,kemasan adalah jendela dari produk yang kita jual.

“Pelaku UMKM di Sikka bukannya kurang memperhatikan, tapi dari segi kreatifitas dan dari segi kemasan di Maumere masih kurang.Banyak gunakan kemasan plastik,” terangnya.
Untuk itu kata Sherly, pihaknya mengajarkan kemasan sederhana untuk dipergunakan sehari-hari dengan harga ekonomis dan terjangkau tetapi cantik dan ramah lingkungan.
Ia mencontohkan seperti kemasan untuk sate, bakar-bakaran, nasi bungkus serta pengganti piring dan sendok serta mangkuk menggunakan bahan kertas nasi.
Ia berharap para pelaku usaha UMKM lebih kreatif lagi dan bisa belajar mengenai ragam dari kemasan itu sendiri.
“Kalau produknya seperti ini maka cocoknya menggunakan kemasannya seperti apa dan tetap kemasan itu ramah lingkungan dan beraneka variasi,” ucapnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










