Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari - FloresPos Net - Page 4

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

“Berbagai praktik baik telah muncul dari enam desa dampingan Program We for JET di Flores Timur,” ujarnya.

Melki mengakui, perempuan mulai terlibat aktif dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan energi terbarukan, mengembangkan usaha berbasis kelapa, memanfaatkan Rumah Energi Matahari (REM) untuk produksi kopra putih.

Mereka juga mengolah limbah tempurung kelapa menjadi briket ramah lingkungan, melakukan penanaman kembali pohon kelapa untuk mendukung keberlanjutan ekonomi dan lingkungan, serta memperkuat tata kelola keuangan melalui kelompok Savings and Internal Lending Communities (SILC).

Praktik-praktik ini menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya menghasilkan manfaat lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan kepemimpinan perempuan di tingkat komunitas.

Baca Juga :  Kadinda Manggarai Barat Total Dukung Pertanian Berkelanjutan

Bebas Dari Jeratan Rentenir

Uang dari hasil penjualan kopra dan arang ditabung di kelompok. Hari minggu semua anggota kelompok berkumpul dan menyetorkan uang tabungan dengan jumlah bervariasi.

“Semua anggota pun bisa meminjam uang dan sekali pinjam hanya kena bunga Rp50 ribu,” ujar Mama Rina.

Dirinya mengakui berkat adanya kelompok simpan pinjam yang dinamakan SILC, para petani bisa membeli berbagai kebutuhan dan menyekolahkan anak tanpa berhutang di lembaga keuangan.

Baca Juga :  Harga Porang di Mejer-Manggarai Barat Merangkak Naik, Kakao Rp.120 Ribu Per Kg

Terbentuknya kelompok simpan pinjam di desa juga merupakan bagian dari program YPPS di kelompok dampingan. Usaha simpan pinjam ini dinamakan Saving Internal Landing Community (SILC).

Direktur Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Melki Koli Baran menjelaskan, SILC merupakan sistem simpan pinjam yang lebih adil. YPPS pun tidak memberikan modal untuk membuat kelompok SILC.

Melki mengatakan, semua anggota bersepakat menentukan kapan waktu dalam seminggu untuk berkumpul dan menyetorkan simpanan. Setelah selesai siklus tahunan sesuai kesepakatan semua anggota maka dana yang tersimpan pun dibagi.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam
18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan
Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat
Dalam Pelukan Ine Maria Guadalupe
Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia
Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta
Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:49 WITA

Konten Kaka Rindu Desa Adobala, Rutin Produksi Kopra Gunakan Pengering Energi Matahari

Senin, 6 Juli 2026 - 12:14 WITA

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:14 WITA

18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan

Senin, 15 Juni 2026 - 13:49 WITA

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:37 WITA

Dalam Pelukan Ine Maria Guadalupe

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Utang Pajak Kecamatan Komodo Manggarai Barat 18 Miliar Rupiah

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:39 WITA

Nusa Bunga

Ende Tengah dan Maukaro Amankan Tiga Poin di Laga Pertama

Selasa, 7 Jul 2026 - 19:25 WITA