LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kamar Dagang dan Industti Daerah (Kandinda) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, bertekat mendukung total sektor pertanian berkelanjutan di wilayah itu, termasuk harga acuan pembelian (HAP). Moto yang diusung; kolaborasi, inklusif, progresif.
Dukung dunia pertanian berarti mendukung pariwisata, karena Mabar, daerah pariwisata super premium. Pasarnya jelas yaitu hotel-hotel di Labuan Bajo, kapal-kapal phinisi dan lain-lain.
“Dengan begitu, beras Mabar juga harus super premium,” komentar Ketua Kadinda, Charles Angliwarman baru-baru ini di Labuan Bajo.
Angliwarman dimintai tanggapan tentang upaya Kadinda Mabar untuk meningkatkan perdagangan dan perindustrian di kabupaten di ujung barat Flores tersebut kini dan ke depan.
Menurut Angliwarman, pertanian Mabar memiliki potensi luar biasa, baik lahan basah/sawah maupun lahan kering/ladang. Mabar salah satu lumbung beras di NTT, antara lain daerah irigasi/sawah Lembor.
Bukti keseriusan Kadinda Mabar di sektor pertanian yaitu telah berhasil mengelolah beras Mabar menjadi kelas super premium dari sebelumnya hanya kelas medium satu, dua dan premium. Beras super premium bermerek beras Labuan Bajo diproduksi kontinyu oleh pengusaha lokal.
Sehubungan dengan itu, Kadinda Mabar melibatkan para pihak dari hulu hingga hilir. Petani binaan diedukasi hasilkan padi/beras bermutu super premium, mulai dari pengolahan lahan hingga pasca panen, termasuk pemasaran dan sebagainya.
Pemkab Mabar melalu instansi teknis/terkait dilibatkan. Ini terkait dukungan teknologi, regulasi dan lainnya. Dan Kadinda Mabar salah satu nominasi Kadin nasional soal pertanian berkelanjutan yang kolaboratif, inklusif, progresif.
Kadinda Mabar juga baru-baru ini mendatangi Timor Leste atas undangan Pemerintah negara eks bagian Indonesia guna menjalin kerja sama di sektor pertanian, untuk menghasilkan beras super premium.
Tak cuma itu, Kadinda Mabar juga telah menjajak kerja sama dengan pengusaha Singapura dan Malaysia. Pihak Singapura minta Kadinda Mabar melakukan penawaran. Sedangkan Malayasia belum ada.
“Baru-baru ini juga secara pribadi saya ke sana, Malayaia dan Singapura, sekaligus ke Timor Leste,” ungkap Angliwarwan.
Permintaan beras Super premium bermerek beras Labuan Bajo juga datang dari berbagai daerah dalam negeri, antara lain pengusaha Jakarta.
Di Mabar, kebutuhan beras super premium Labuan Bajo pun cendrung meningkat, antara lain hotel-hotel dan kapal-kapal wisata/phinisi.
Lanjut Angliwarman, Kandinda Mabar juga akan terus dorong pengusaha setempat untuk memproduksi beras Mabar dengn brand beras Molas Lembor dan beras Reba Kuwus.
Kemudian, Kadinda juga dorong usaha madu, kelor serta lain-lain hasil alam Mabar menjadi ikon daerah itu disamping kopi dan tenun lokal.
Semua menjanjikan, peluang pasarnya menjanjikan yaitu di sektor pariwisata. Dan semua harus ramah lingkungan, tutup Angliwarman.
Diberitakan media ini sebelumnya, Kadis KP2 Mabar, Beras Labuan Bajo Kelas Super Premium.*
Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando










