LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Banyak jalur jalan di Labuan Bajo ibu kota Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) memprihatinkan. Bukan cuma rusak, tetapi ada pula jalan yang jadi “danau” akibat aspal-apal dan batu fundasinya sudah terbongkar.
Pemandang itu ada di salah satu jalan di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Mabar.
Pengamatan media ini, Selasa (7/7/2026), “telaga” di tengah jalan itu sepanjang lebih kurang 10 meter, lebar sekitar 5 meter. Warna air hijau. Jalan tersebut tak jauh dari lapangan bola sepak Wae Sambi tembus Kampung Wae Sambi dan dekat pertigaan mata air Wae Sambi.
Kampung Wae Sambi dan sekitar, termasuk area jalan “berdanau” adalah bagian dari Desa Batu Cermin.
Setiap kendaraan lewat harus menyeberang “danau” tersebut yang bercampur lumpur. Kendaraan roda dua/sepeda motor terpaksa harus ambil bibir jalan yang juga berlepotan lumpur pekat.
Pada jalur yang sama, sekitar 5 meter dari “telaga” menuju pertigaan Kampung Wae Sambi, badan jalan yang rusak/berlubang sudah dipadati cadas.
Pemandangan medan jalan “berdanau” tersebut konon sudah lama terjadi.
Padahal itu tengah kota Labuan Bajo yang disebut kota super premium. Jalan dalam kota super premium sudah begini, apa lagi jalan di kampung-kampung di Mabar barangkali kerusakannya lebih parah. Mungkin negara atau daerah ini sudah keterbatasan anggaran. Mau bagaimana lagi. Nikmati saja, komentar Bernad, Titin, Heri dan Ahmad, ketika berbincang dengan media ini kompleks pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo siang itu, Selasa (7/7/2026).
Kondisi rusak juga terjadi di jalan sepanjang Kampung Wae Sambi, banyak aspal yang sudah terbongkar dan berlubang serta jalan-jalan sekitar juga begitu adanya. Kondisi demikian menyulitkan para pengendara untuk serba hati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
Sejumlah warga setempat lain yang mengaku bernama Egi, Jefri, dan Samson, mengatakan, kondisi jalan rusak tak hanya dalam wilayah Desa Batu Cermin, tetapi sepertinya di banyak titik dalam kota Labuan Bajo yang selama ini didapuk kota super premium juga banyak yang rusak parah.
Kondisi demikian, apakah Labuan Bajo masih layak disebut kota super premium ataukah super primitif? Mudah-mudahan kerusakan jalan kota Labuan Bajo segera diperbaiki oleh pemerintah.
Sehingga roh super premiumnya tetap bertahan selamanya, komentar Egi, Jufri dan Samson saat itu kepada Florespos.net di kompleks Pasar Rakyat Batu Cermin yang juga bagian dari Desa Batu Cermin. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










