Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat - FloresPos Net - Page 4

Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 15:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wal juga mengingatkan bahwa pekerjaan jurnalistik tidak berhenti pada rumus 5W + 1H: who, what, when, where, why, dan how. Rumus tersebut tetap penting sebagai dasar kerja jurnalistik.

Tetapi kehidupan manusia sering kali menuntut pertanyaan yang lebih jauh: lalu apa? Apa dampak dari peristiwa tersebut? Apa yang terjadi dengan masyarakat setelah berita diterbitkan? Apakah persoalan mereka mendapatkan perhatian? Apakah ada perubahan? Apakah suara mereka didengar oleh mereka yang memiliki kewenangan?
Pertanyaan “lalu apa?” membawa kita pada perkembangan lain dalam jurnalisme modern, yaitu solutions journalism.

Baca Juga :  Etika Kehadiran dan Passion Kemanusiaan

Karen McIntyre dan Kyser Lough menjelaskan solutions journalism sebagai bentuk peliputan yang tetap ketat secara jurnalistik, tetapi tidak berhenti pada persoalan.

Perhatian juga diberikan kepada bagaimana masyarakat atau lembaga merespons persoalan tersebut, apa yang berhasil, apa yang tidak berhasil, apa yang dapat dipelajari, dan apa keterbatasannya.

Dengan demikian, jurnalisme tidak hanya menunjukkan bahwa sesuatu sedang salah, tetapi juga berusaha memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang berbagai respons terhadap persoalan tersebut.

Baca Juga :  Keuskupan Maumere Gelar Komuni Serentak di 37 Paroki, Ini Alasannya

Dalam konteks inilah gagasan Wal tentang jurnalisme sebagai inspirasi, solusi, dan pembebasan menjadi menarik. Sebuah karya jurnalistik tidak seharusnya hanya membuat pembaca tahu. Ia juga diharapkan membuat pembaca peduli, memahami persoalan, dan kalau mungkin ikut mencari jalan keluar.

Penelitian tentang solutions journalism juga menunjukkan bahwa pemberitaan yang menghadirkan respons atau kemungkinan solusi dapat meningkatkan persepsi pembaca terhadap kualitas berita dan mendorong keterlibatan yang lebih konstruktif, meskipun dampaknya terhadap tindakan nyata tidak selalu otomatis terjadi.

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 581 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA