Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat - FloresPos Net - Page 4

Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 15:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wal juga mengingatkan bahwa pekerjaan jurnalistik tidak berhenti pada rumus 5W + 1H: who, what, when, where, why, dan how. Rumus tersebut tetap penting sebagai dasar kerja jurnalistik.

Tetapi kehidupan manusia sering kali menuntut pertanyaan yang lebih jauh: lalu apa? Apa dampak dari peristiwa tersebut? Apa yang terjadi dengan masyarakat setelah berita diterbitkan? Apakah persoalan mereka mendapatkan perhatian? Apakah ada perubahan? Apakah suara mereka didengar oleh mereka yang memiliki kewenangan?
Pertanyaan “lalu apa?” membawa kita pada perkembangan lain dalam jurnalisme modern, yaitu solutions journalism.

Baca Juga :  Guru Penggerak Harus Berani ‘Tampil Beda’, Kreatif dan Inovatif Saat Pembelajaran di Kelas

Karen McIntyre dan Kyser Lough menjelaskan solutions journalism sebagai bentuk peliputan yang tetap ketat secara jurnalistik, tetapi tidak berhenti pada persoalan.

Perhatian juga diberikan kepada bagaimana masyarakat atau lembaga merespons persoalan tersebut, apa yang berhasil, apa yang tidak berhasil, apa yang dapat dipelajari, dan apa keterbatasannya.

Dengan demikian, jurnalisme tidak hanya menunjukkan bahwa sesuatu sedang salah, tetapi juga berusaha memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang berbagai respons terhadap persoalan tersebut.

Baca Juga :  12,05 Persen Kebutuhan Pangan Kabupaten Ende Dipasok dari Luar Daerah

Dalam konteks inilah gagasan Wal tentang jurnalisme sebagai inspirasi, solusi, dan pembebasan menjadi menarik. Sebuah karya jurnalistik tidak seharusnya hanya membuat pembaca tahu. Ia juga diharapkan membuat pembaca peduli, memahami persoalan, dan kalau mungkin ikut mencari jalan keluar.

Penelitian tentang solutions journalism juga menunjukkan bahwa pemberitaan yang menghadirkan respons atau kemungkinan solusi dapat meningkatkan persepsi pembaca terhadap kualitas berita dan mendorong keterlibatan yang lebih konstruktif, meskipun dampaknya terhadap tindakan nyata tidak selalu otomatis terjadi.

Berita Terkait

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi
Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka
Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende
Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores
Kemensos Salurkan Santunan Bagi 47 Korban Gempa Flores di Sikka
9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat
Tiga DTW Rusak Berat, BPOLBF, Pariwisata Flores Normal
BPOLBF Dorong Pemda Flores Kembangkan Destinasi Alternatif
Berita ini 488 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:16 WITA

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi

Kamis, 10 September 2026 - 19:22 WITA

Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka

Kamis, 10 September 2026 - 16:47 WITA

Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores

Kamis, 10 September 2026 - 15:46 WITA

9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Pius Jemadu, S.Fil.

Opini

Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

Kamis, 10 Sep 2026 - 19:11 WITA