Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat - FloresPos Net - Page 7

Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 15:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namun, kepercayaan tidak lahir dari sekadar interaksi di media sosial. Ia membutuhkan hubungan yang nyata, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sinilah tulisan Wal terasa relevan dengan perkembangan media hari ini. Kita hidup dalam zaman ketika informasi bergerak sangat cepat. Media sosial membuat setiap orang dapat menjadi pembuat dan penyebar informasi.

Kecerdasan buatan semakin banyak digunakan untuk mencari data, membuat transkripsi, menerjemahkan, bahkan menghasilkan tulisan. Teknologi tentu dapat membantu kerja jurnalistik, tetapi teknologi tidak boleh mengambil alih tanggung jawab jurnalistik.

Baca Juga :  Semana Santa, Gelombang Modernitas dan Kohesi Sosial

Mesin dapat membantu mempercepat pekerjaan. Mesin dapat mengolah data dalam jumlah besar. Tetapi wartawan tetap harus menentukan apakah data tersebut benar, apakah informasi tersebut layak diberitakan, bagaimana konteksnya, dan apa dampaknya bagi manusia.

Yang paling penting, teknologi tidak boleh menggantikan hati nurani. Semakin cepat informasi bergerak, semakin besar pula kebutuhan akan wartawan yang mampu berhenti sejenak, memeriksa, mendengar, dan memahami.

Baca Juga :  Meneropong Makna Di Balik Buku: Mutiara Harapan, Kumpulan Puisi Karya Sr. Lucia, CIJ

Karena itu, gagasan Wal tentang jurnalisme terlibat mengajak wartawan untuk tetap profesional sekaligus dekat dengan realitas kehidupan masyarakat.

Kedekatan itu dibangun melalui kehadiran, mendengarkan, memahami persoalan, memeriksa fakta, dan memberikan ruang yang adil bagi berbagai suara.

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 581 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA