Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat - FloresPos Net - Page 6

Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 15:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa minggu kemudian, kehidupan korban tidak lagi menjadi perhatian media. Padahal bagi korban, persoalan belum selesai. Rumah belum tentu dibangun kembali, kehilangan belum tentu teratasi, anak-anak belum tentu kembali ke sekolah, bantuan belum tentu diterima, dan janji pemerintah belum tentu diwujudkan.

Karena itu, jurnalisme terlibat semestinya juga berarti mengawal. Wartawan kembali melihat persoalan setelah berita pertama berlalu, bukan untuk mencari sensasi baru, tetapi untuk melihat apakah ada perubahan. Apakah bantuan sampai? Apakah kebijakan berjalan? Apakah masyarakat masih menghadapi persoalan yang sama?

Baca Juga :  Bupati Sikka Serahkan Santunan untuk Keluarga Korban Gempa Flores

Jurnalisme semacam ini mungkin tidak selalu menghasilkan berita yang viral, tetapi justru di situlah nilai sosialnya. Wartawan menunjukkan bahwa masyarakat yang pernah menjadi berita tidak ditinggalkan begitu saja setelah perhatian publik berpindah.

Dalam konteks pers sebagai pilar keempat demokrasi, gagasan ini menjadi semakin penting. Pers bukan hanya pengawas kekuasaan. Pers juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar persoalan masyarakat tetap berada dalam perhatian publik.

Ketika suara masyarakat kecil tidak terdengar, pers dapat menjadi ruang bagi suara tersebut. Ketika sebuah kebijakan tidak berjalan sebagaimana mestinya, pers dapat bertanya. Ketika terjadi ketidakadilan, pers dapat menghadirkannya ke ruang publik.

Baca Juga :  Puskesmas Lenang Mulai Dibangun,  Ini Harapan Masyarakat

Tetapi semua itu hanya mungkin jika pers tetap menjaga kepercayaan. Kepercayaan publik tidak dibangun hanya dengan berita yang cepat. Kepercayaan dibangun melalui ketepatan, keberanian, konsistensi, independensi, dan kedekatan dengan kehidupan masyarakat.

Penelitian tentang hubungan media dan publik juga menunjukkan bahwa keterlibatan yang lebih bermakna dengan masyarakat dipandang sebagai salah satu jalan untuk membangun kembali kepercayaan terhadap media.

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 581 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA