JAKARTA, FLORESPOS.net-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meyebutkan, jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 135 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 orang merupakan korban yang terdampak langsung gempa sedangkan 87 orang lainnya meninggal akibat dampak tak langsung.
“Per hari ini, jumlah yang meninggal akibat gempa bumi tersebut sebanyak 48 orang. Ini adalah warga yang terdampak langsung oleh gempa bumi,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi, Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Selasa (8/9/2026).
Jumlah ini sebut Berton, bertambah 6 orang dari data terakhir yang diumumkan BNPB pada hari Jumat (4/9/2026) lalu.BNPB menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas peristiwa tersebut.
BNPB juga mencatat,dampak gempa Flores mengakibatkan 1.763 orang mengalami luka-luka serta sebanyak 70.382 orang mengungsi.
Rumah yang rusak akibat gempa mencapai 98.860 rumah rusak yang terbagi 3 kategori rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan.
“Sebanyak 712 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, 663 unit perkantoran mengalami kerusakan. Sebanyak 2.165 ton bantuan juga telah disalurkan BNPB ke NTT,” paparnya.
Berton menerangkan, bantuan dikirim melalui bandara Frans Seda Maumere maupun bandara Komodo Labuan Bajo menggunakan pesawat Hercules serta kapal milik TI AL.
Tim dari BNPB sudah melakukan validasi dan verifikasi rumah rusak yang saat ini dilaporkan dimana sebanyak 51.591 rumah telah diverifikasi dengan kriteria 2.382 unit masuk kategori rusak berat, 7.276 unit rusak sedang, dan 14.177 unit rusak ringan.
Sementara itu, sebanyak 27.756 unit rumah tidak masuk dalam kategori rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan.
“Verifikasi ini masih tetap berlanjut hingga pada akhirnya nanti akan diperoleh angka pasti setelah dari pemimpin daerah memberikan keputusan by name by address pada BNPB untuk diambil langkah selanjutnya,” ungkapnya.
Di sisi lain, BNPB juga memindahkan Pos Pendukung Logistik Nasional yang sebelumnya berada di Halim. Mulai 7 September 2026, pos tersebut dipindahkan ke Gedung Gudang Logistik dan Peralatan BNPB di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










