Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat - FloresPos Net - Page 9

Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 15:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebih dari itu, jurnalisme memberi tempat bagi manusia untuk didengar, pengalaman mereka untuk dihargai, dan persoalan mereka untuk tetap mendapat perhatian publik.

Di situlah jurnalisme terlibat menemukan maknanya: menghadirkan fakta dengan profesionalisme, menyampaikannya dengan tanggung jawab, dan mengarahkannya pada kehidupan manusia yang lebih baik.

Menurut saya, di situlah kekuatan jurnalisme terlibat. Ia dimulai dengan kehadiran di tengah realitas, dilanjutkan dengan kesediaan untuk mendengar suara masyarakat, kemudian memverifikasi fakta, menyampaikan kesaksian melalui karya jurnalistik, dan akhirnya mengawal persoalan agar tidak berhenti setelah berita diterbitkan.

Baca Juga :  Dari Rumah Iman ke Jalan Publik: Misi Spiritual Hari Anak Nasional

Lima hal itu—hadir, mendengar, memverifikasi, bersaksi, dan mengawal—terdengar sederhana. Tetapi jika sungguh dijalankan, semuanya dapat mengubah cara kita memahami pekerjaan jurnalistik. Berita bukan hanya tentang apa yang terjadi. Berita juga tentang siapa yang mengalami, siapa yang terdampak, siapa yang didengar, siapa yang tidak didengar, dan apa yang terjadi setelah berita itu selesai dibaca.

Itulah sebabnya tulisan Walburgus Abulat tentang solidaritas kemanusiaan dan jurnalisme terlibat layak menjadi bahan permenungan bagi dunia pers hari ini. Di tengah banjir informasi, kita tidak hanya membutuhkan wartawan yang mampu menulis dengan cepat. Kita membutuhkan wartawan yang mau hadir, mendengar, memeriksa, bersaksi, dan tetap peduli.

Baca Juga :  Desember dan Hari Ibu

Sebab sebuah berita mungkin hanya membutuhkan beberapa menit untuk ditulis dan beberapa detik untuk dibaca. Tetapi kehidupan manusia yang ada di balik berita itu terus berjalan. Dan di sanalah tanggung jawab jurnalisme sesungguhnya berada.

Air mata adalah kesaksian manusia. Tinta adalah kesaksian wartawan. Ketika keduanya bertemu, jurnalisme tidak lagi sekadar memberitakan kehidupan, tetapi ikut menjaga agar kehidupan manusia tidak dilupakan. *

Penulis adalah Koordinator Komunikasi SVD Paraguay, Amerika Latin

Berita Terkait

Paroki Reo Distribusikan Sayur Segar ke Puluhan Posko Penyintas Gempa
Damkar Sikka Bantu Padamkan Api di Sekitar Bandara Frans Seda Maumere
Jumlah Korban Jiwa Gempa Flores Capai 135 Orang
Kebakaran Lahan Kebun, Api Hampir Merambah Masuk ke Areal Bandara Frans Seda Maumere
Kondisi Memprihatinkan, Pasar Batu Cermin Mesti Direhabilitasi Segera
Dewan Dorong Pemkab Manggarai Barat Selamatkan Pisang Marmi
Istri Bupati Sikka Berbagi Kasih Bersama Anak-Anak Disabilitas Alma Maumere
PT MSJ dan PT SMS Salurkan Bantuan ke 22 Titik, Ringankan Beban Korban Gempa Nagekeo
Berita ini 404 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:56 WITA

Paroki Reo Distribusikan Sayur Segar ke Puluhan Posko Penyintas Gempa

Selasa, 8 September 2026 - 22:14 WITA

Damkar Sikka Bantu Padamkan Api di Sekitar Bandara Frans Seda Maumere

Selasa, 8 September 2026 - 20:23 WITA

Jumlah Korban Jiwa Gempa Flores Capai 135 Orang

Selasa, 8 September 2026 - 20:09 WITA

Kebakaran Lahan Kebun, Api Hampir Merambah Masuk ke Areal Bandara Frans Seda Maumere

Selasa, 8 September 2026 - 17:49 WITA

Kondisi Memprihatinkan, Pasar Batu Cermin Mesti Direhabilitasi Segera

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jumlah Korban Jiwa Gempa Flores Capai 135 Orang

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:23 WITA