Profesionalisme justru menjadi jalan untuk menghadirkan jurnalisme yang semakin manusiawi, relevan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Jurnalis menjalankan tugasnya dengan menjaga independensi, menjunjung kebenaran fakta, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan manusia.
Wartawan perlu bersikap kritis terhadap kekuasaan, sekaligus peka terhadap masyarakat yang mengalami persoalan dan penderitaan.
Objektivitas berarti bekerja secara jujur, memeriksa informasi dengan teliti, mendengarkan berbagai pihak, dan menyajikan kenyataan secara utuh. Pada saat yang sama, kemanusiaan memberikan arah agar fakta yang diberitakan memiliki makna dan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Karena itu, jurnalisme dapat bergerak lebih jauh dari sekadar menjawab 5W+1H: siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana. Setelah fakta disampaikan, wartawan juga perlu melihat apa dampaknya bagi masyarakat dan apa yang dapat dilakukan selanjutnya.
Di sinilah jurnalisme menemukan fungsi sosialnya: membantu masyarakat memahami persoalan, menemukan kemungkinan solusi, memperkuat kepedulian publik, dan mendorong perubahan yang lebih baik.
Pada akhirnya, gagasan Wal mengajak kita kembali pada pertanyaan yang sederhana dan mendasar: untuk apa kita menulis? Menulis berarti menghadirkan kenyataan agar masyarakat dapat melihat, memahami, dan merespons persoalan yang terjadi di sekitarnya.










