Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat - FloresPos Net - Page 8

Ketika Air Mata Menjadi Berita: Membaca Kembali Gagasan Walburgus Abulat tentang Jurnalisme Terlibat

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 15:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Profesionalisme justru menjadi jalan untuk menghadirkan jurnalisme yang semakin manusiawi, relevan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Jurnalis menjalankan tugasnya dengan menjaga independensi, menjunjung kebenaran fakta, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan manusia.

Wartawan perlu bersikap kritis terhadap kekuasaan, sekaligus peka terhadap masyarakat yang mengalami persoalan dan penderitaan.

Objektivitas berarti bekerja secara jujur, memeriksa informasi dengan teliti, mendengarkan berbagai pihak, dan menyajikan kenyataan secara utuh. Pada saat yang sama, kemanusiaan memberikan arah agar fakta yang diberitakan memiliki makna dan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Buzzer, Akun Anonim dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal

Karena itu, jurnalisme dapat bergerak lebih jauh dari sekadar menjawab 5W+1H: siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana. Setelah fakta disampaikan, wartawan juga perlu melihat apa dampaknya bagi masyarakat dan apa yang dapat dilakukan selanjutnya.

Baca Juga :  Dugaan Kasus TPPO Pekerja Pub di Maumere Seperti Apa Penanganannya

Di sinilah jurnalisme menemukan fungsi sosialnya: membantu masyarakat memahami persoalan, menemukan kemungkinan solusi, memperkuat kepedulian publik, dan mendorong perubahan yang lebih baik.

Pada akhirnya, gagasan Wal mengajak kita kembali pada pertanyaan yang sederhana dan mendasar: untuk apa kita menulis? Menulis berarti menghadirkan kenyataan agar masyarakat dapat melihat, memahami, dan merespons persoalan yang terjadi di sekitarnya.

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 581 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA